TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo memastikan kesiapan para anggotanya untuk menyambut wisatawan selama libur Lebaran ini. Terutama dari penginapan hingga rumah makan.
Meski begitu, Ketua PHRI Kulon Progo, Sumantoyo mengaku pihaknya tak memasang target khusus untuk libur Lebaran kali ini.
"Kami tidak berani memasang target okupansi yang tinggi untuk libur Lebaran tahun ini," katanya dihubungi pada Sabtu (21/03/2026).
Menurut Sumantoyo, keraguan muncul setelah melihat situasi jalur mudik yang berada di wilayah Kulon Progo. Ia menilai jalur mudik pada Lebaran kali ini cenderung sepi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemicunya adalah keberadaan Tol Trans Jawa, di mana pada Mudik Lebaran tahun ini telah dibuka Pintu Tol Fungsional Purwomartani di Sleman. Alhasil, pemudik lebih memilih lewat jalan tol untuk masuk wilayah DIY karena lebih cepat.
"Makanya kami putuskan untuk mengikuti saja kondisi di lapangan seperti apa, berjalan apa adanya dulu," ujar Sumantoyo.
Ia secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menyiapkan seluruh destinasi wisata sebaik mungkin untuk menyambut wisatawan. Terutama selama libur Lebaran ini.
Seperti dengan memberikan berbagai daya tarik untuk meningkatkan kunjungan. Cara itu diharapkan bisa berefek pada tingkat okupansi penginapan hingga rumah makan di Kulon Progo.
"Kami perkirakan puncak libur Lebaran akan terjadi pada akhir pekan ini," ungkap Sumantoyo.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sutarman memastikan bahwa seluruh destinasi wisata disiapkan sebaik mungkin untuk menyambut wisatawan selama libur Lebaran. Terutama dari fasilitas umum hingga kebersihannya.
Pihaknya pun berani memasang target tinggi untuk angka wisatawan yang berkunjung selama libur Lebaran. Target itu diyakini bisa tercapai dengan masa liburan yang cukup panjang.
"Kami targetkan sebanyak 100 ribu wisatawan yang akan datang berkunjung ke Kulon Progo selama libur Lebaran ini," kata Sutarman.