Tribunlampung.co.id, bandar lampung – Memasuki hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), wajah Kota Bandar Lampung berubah drastis dibanding hari biasanya.
Pantauan Tribunlampung.co.id, kondisi lalu lintas di sejumlah titik krusial yang biasanya padat merayap, kini tampak lengang.
Suasana ini terbilang jarang terjadi di ibu kota Provinsi Lampung yang biasa bising dengan deru mesin kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Ruas jalan protokol yang menjadi urat nadi kota, seperti Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam, hingga jalan Ryacudu terpantau lengang sejak pagi hari.
Kawasan pusat kota di Jalan Raden Intan dan Jalan Kartini yang biasanya menjadi titik kemacetan, kini tampak jauh lebih tenang.
Baca juga: Kisah Haru Lia Lebaran di Rumah Sakit, Tetap Tegar Jaga Ayah di Tengah Suasana Sepi RSUDAM
Kendaraan yang melintas di jalur-jalur utama tersebut bisa dihitung dengan jari, membuat pengendara dengan leluasa melintas tanpa deru mesin dan klakson yang beradu.
Kondisi serupa juga terlihat di pusat-pusat perbelanjaan ternama di Bandar Lampung tampak kosong dari aktivitas publik.
Destinasi belanja seperti Mal Boemi Kedaton (MBK), Ramayana, Simpur Center, hingga Mal Kartini juga tampak sepi pada Sabtu pagi.
Pemandangan ini sangat kontras dengan keramaian pada hari sebelumnya hingga malam takbiran di mana puast perbelanjaan dikerumuni warga untuk membeli kebutuhan Lebaran.
Sepanjang ruas jalan protokol, deretan ruko mayoritas memilih untuk menutup pintu rapat-rapat. Hanya ada beberapa warung kelontong kecil yang masih membuka dagangan.
Meski jalanan tampak lengang, sesekali terlihat beberapa warga yang lalu lalang dengan penampilan rapi dan bersih.
Mereka umumnya menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi, mengenakan pakaian muslim yang menandakan geliat silaturahmi di momen hari raya.
"Cuma setahun sekali Bandar Lampung sepi begini, paling juga nanti sore udah rame lagi," ujar salah seorang warga yang berjalan kaki di trotoar jalan Teuku Umar.
"Kami emang lahir di sini, ini mau keliling ke rumah orang tua sama tetangga," Imbuhnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)