Kisah Haru Lia Lebaran di Rumah Sakit, Tetap Tegar Jaga Ayah di Tengah Suasana Sepi RSUDAM
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 21, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Suasana Hari Raya Idul Fitri yang biasanya identik dengan hiruk-pikuk silaturahmi dan kebahagiaan keluarga, terasa berbeda di lingkungan RSUD Abdul Moeloek.

Di tengah lengangnya aktivitas rumah sakit pada momen Lebaran, terselip kisah haru seorang perempuan muda asal Adiluwih, Pringsewu, yang memilih menghabiskan hari raya dengan penuh ketabahan.

Perempuan itu adalah Lia (22), tampak setia mendampingi ayah kandungnya yang menjalani perawatan.

Alih-alih berkumpul bersama keluarga besar di rumah, Lia justru mengisi hari kemenangan dengan menjaga orang tercinta di ruang perawatan.

Pantauan di lokasi, suasana rumah sakit pada hari Lebaran terlihat jauh lebih sepi dibandingkan hari-hari biasanya.

Baca juga: Selama Libur Idul Fitri, RSUDAM Komitmen Beri pelayanan Optimal

Lorong-lorong yang umumnya dipadati pengunjung tidak ada orang.

Hanya beberapa keluarga pasien hilir mudik dengan langkah pelan, sementara tenaga medis tetap berjaga menjalankan tugas mereka.

Aroma khas antiseptik semakin menegaskan suasana yang kontras dengan gegap gempita lebaran dan kebahagiaan di luar sana.

Di tengah suasana itu, Lia hendak keluar dari rumah sakit setelah menemani ayahnya yang sedang dirawat.

Wajahnya menunjukkan kelelahan, namun terselip ketegaran yang tak mudah goyah.

Dalam perbincangan singkat, Lia mengaku perasaannya campur aduk menjalani Lebaran tahun ini.

"Terharu, karena Lebaran sebelumnya nggak seperti ini. Tahun ini ada musibah, tapi ya tetap disyukuri," ujarnya pelan.

Ia mengatakan, keputusan untuk tetap berada di rumah sakit merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kasih sayang kepada orang tua.

Baginya, kehadiran di sisi ayah jauh lebih penting dibandingkan merayakan Lebaran seperti biasanya.

Meski diliputi kesedihan, Lia mengaku bersyukur atas pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit.

Menurutnya, tenaga medis tetap memberikan pelayanan maksimal meski dalam suasana hari raya.

"Perawatnya ramah, pelayanannya juga baik. Jadi kami sebagai keluarga pasien merasa lebih tenang," ujarnya.

Kisah Lia menjadi gambaran nyata bahwa tidak semua orang dapat merayakan Lebaran dalam suasana penuh suka cita.

Di balik kemeriahan hari raya, ada keluarga-keluarga yang harus menghadapi ujian hidup. Namun tetap berusaha tegar dan bersyukur.

Di RSUD Abdul Moeloek, momen Lebaran tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang ketulusan, pengorbanan, dan cinta seorang anak kepada orang tuanya yang tetap hadir, bahkan di tengah situasi yang paling sunyi sekalipun.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.