Niat Melerai Orang Dikeroyok di Jalan, Pemuda OKU Selatan Justru Diserang Pakai pedang, Luka Serius
Shinta Dwi Anggraini March 21, 2026 05:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Pemuda berinisial BS (24) mengalami luka berat setelah diserang tiga orang tak dikenal (OTD) menggunakan senjata tajam jenis pedang di kawasan Simpang Ketuay, Muaradua, OKU Selatan, Jumat (20/3/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi saat korban melintas dari arah Kecipung menuju Pasar Muaradua.

Di tengah perjalanan, ia melihat kerumunan warga yang diduga tengah menyaksikan aksi pengeroyokan. Tanpa ragu, korban mendekat dengan maksud menghentikan kekerasan yang terjadi.

Namun, situasi justru berubah cepat. Upaya melerai tersebut memicu reaksi agresif dari tiga pelaku yang berada di lokasi.

Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam.

Serangan mendadak itu membuat korban tak sempat menghindar. Ia mengalami luka sobek serius di lengan kanan serta luka di bagian perut akibat sabetan senjata tajam.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Muaradua. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.

Sementara itu, jajaran Polres OKU Selatan bergerak cepat menindaklanjuti laporan kejadian tersebut.

Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta menelusuri jejak ketiga pelaku yang hingga kini masih berstatus orang tidak dikenal.

Baca juga: Sopir Ngantuk, Mobil Pemudik Kecelakaan Lalu Terbakar di Cempaka OKU Timur, Terjun ke Parit

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

“Peristiwa ini menjadi prioritas kami. Penyidik Polres OKU Selatan telah bergerak cepat di lapangan untuk mengungkap identitas para pelaku. Kami pastikan upaya pengejaran terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan senjata tajam dalam aksi kekerasan di ruang publik merupakan ancaman nyata terhadap keamanan masyarakat, sehingga penanganannya tidak bisa ditunda.

“Ini bukan sekadar tindak penganiayaan biasa. Ada unsur kekerasan terbuka dengan senjata tajam yang membahayakan keselamatan orang lain. Karena itu, kami berkomitmen menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Nandang juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu proses pengungkapan kasus.

Menurutnya, informasi sekecil apa pun dari warga dapat mempercepat penangkapan pelaku.

“Jika ada yang mengetahui identitas atau keberadaan pelaku, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan bersama,” imbaunya.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap motif di balik penyerangan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan aksi pengeroyokan yang lebih dulu terjadi di lokasi.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.