SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Sebuah kecelakaan tunggal nyaris merenggut nyawa satu keluarga pemudik di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Jumat (20/3/2026) pagi.
Sebuah mobil minibus hangus terbakar seluruhnya setelah terjun ke parit dan menghantam tungku masak warga akibat pengemudi yang diduga mengantuk.
Meski kendaraan mengalami kerusakan total dengan kerugian materil ditaksir mencapai Rp100 juta, seluruh penumpang dilaporkan berhasil keluar dari mobil sesaat sebelum api membesar.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pemudik yang melintasi jalur Sumatera Selatan di tengah puncak arus mudik 2026.
"Mobil melaju dari arah Palembang menuju Cempaka. Diduga pengemudi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi, keluar jalur, dan masuk ke parit," ungkap Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, Sabtu (21/3/2026).
Kecelakaan ini menjadi fatal ketika mobil yang terjun ke parit menghantam tungku masak milik warga di pinggir jalan.
Benturan keras tersebut menyebabkan kebocoran bahan bakar (BBM) pada kendaraan.
Percikan api dari tungku yang tertabrak diduga menjadi pemicu api menyambar tetesan bensin, hingga dalam sekejap menghanguskan seluruh badan mobil.
Aparat dari Polsek Cempaka dan Unit Laka Satlantas Polres OKU Timur segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang di Jalur Komering.
Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa faktor kelelahan fisik adalah ancaman laten dalam perjalanan jarak jauh.
Ia mengimbau pemudik untuk tidak memaksakan diri demi mengejar waktu sampai ke kampung halaman.
"Mengantuk saat berkendara memiliki risiko yang sama besarnya dengan pelanggaran lalu lintas lainnya. Jangan memaksakan diri. Kami telah menyediakan rest area dan pos pelayanan melalui Operasi Ketupat Musi 2026 untuk tempat beristirahat," tegas Kombes Pol Nandang.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 jika mengalami kendala teknis atau gangguan kesehatan selama di perjalanan.
Polda Sumsel memastikan personel di lapangan siap memberikan pengawalan dan bantuan bagi pemudik yang membutuhkan tempat aman untuk menepi.