5 Hal Soal WFH 1 Hari Usai Lebaran 2026, Pekerja Terkendala Mati Lampu, PLN Tidak Dukung Presiden ?
Ardhi Sanjaya March 21, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Presiden Prabowo Subianto berencana menerapkan Work From Home (WFH) sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik Timur Tengah.

Langkah ini disampaikan Prabowo usai menjelaskan langkah Pakista menghemat anggaran saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, (Jumat 13/3/2026).

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Pakistan telah menganggap perang antara Amerika Serikat (AS)-Iran sebagai situasi kritis.

Ia meminta agar pemerintah mempelajari langkah tersebut.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," kata Presiden Prabowo Subianto.

Langkah penghematan BBM tetap perlu dilakukan meski situasi kini belum mencapai tingkat terburuk.

Dengan begitu defisit APBN tidak membengkak lebih lanjut akibat kenaikan harga minyak dunia pasca konflik. 

"Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan, cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," ujar Prabowo.

Namun apakah rencana Presiden Prabowo tersebut akan didukung Perusahaan Listrik Negara (PLN) ?

1. Diterapkan Usai Lebaran

Kebijakan WFH akan mulai diberlakukan setelah Lebaran 2026.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartanto belum merinci waktunya.

Baca juga: Presiden Prabowo Kaji Skema WFH untuk Hemat BBM, Bobby Nasution : Sudah Ada Petunjuk Teknisnya

"Pasca lebaran, nanti kita akan tentukan kapan waktunya," katanya.

Kini pihak masih menyusun teknis pelaksanaan WFH.

"Semuanya kita sedang siapkan lagi. Nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail," katanya.

2. 1 Hari dalam Seminggu

Menurutnya penerapan WFH untuk menekan penggunaan BBM.

Airlangga mengatakan pemerintah membuka fleksibilitas waktu kerja dengan menerapkan WFH satu hari dalam sepekan.

"Dengan tingginya harga minyak maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Dimana akan dibuka flesibilitas untuk work from home. Dari satu hari dalam 5 hari kerja," katanya.

3. ASN dan Swasta

Airlangga menekankan teknis rencana WFH sedang dalam penyusunan. Tidak hanya ASN, ia berharap WFH juga diterapkan bagi pekerja swasta.

"Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga Pemda-Pemda," ujarnya.

4. Hemat 1/5 BBM Sehari-hari

Dengan kebijakan ini, Airlangga mengungkap penghematan penggunaan BBM yang signifikan. Ia menyebut pemerintah akan hemat 1/5 dari penggunaan BBM yang dikeluarkan setiap harinya.

"Karena itu ada penghematan dari segi apa, penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan seperlima, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ujarnya.

Terkait rentan waktu kebijakan tersebut, Airlangga juga belum merinci. Menurutnya, kebijakan WFH akan menyesuaikan situasi yang berkembang di Timur Tengah.

"Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Jadi kita ikuti situasi yang berkembang," ujarnya.

5. PLN Tidak Mendukung ?

Salah satu keperluan dalam menjalankan WFH adalah pasokan listrik sepanjang jam kerja di rumah.

Di tengah upaya pemerintah menekan penggunaan BBM, PLN justru melakukan pemadaman listrik secara mendadak di kawasan Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pemadaman terjadi selama dua hari berturut-turut, Jumat (20/3/2026) dan Sabtu (21/3/2026).

Seorang warga Bubulak, Ardhi mengatakan listrik padam sekitar pukul 15.00 WIB dengan durasi waktu cukup lama.

"Kerja di rumah pakai laptop. Kalau lowbat kan perlu dicas pakai listrik. Dengan adanya pemadaman dua hari ini, sama aja PLN kayak gak dukung program pemerintah," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.