TRIBUNNEWS.COM - Jutaan warga Iran memadati masjid dan ruang terbuka di seluruh negeri untuk melaksanakan salat Idul Fitri pada Sabtu pagi (21/4/2026).
Hal ini, menandai momen bersejarah tanpa kehadiran almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang selama puluhan tahun memimpin langsung ibadah tersebut.
Berdasarkan laporan, salat utama digelar pukul 08.00 waktu setempat di Masjid Imam Khomeini, di Teheran.
Sejak pukul 06.30 pagi, masjid dan lokasi salat telah dibuka dengan pengaturan khusus untuk mengelola lonjakan jamaah.
Baca juga: Perang Iran Hari ke-22: AS Pertimbangkan Kurangi Operasi, tapi Tolak Gencatan Senjata
Salat di ibu kota dipimpin oleh Syekh Ali Akbari, kepala Dewan Kebijakan Imam Salat Jumat Iran.
Meski situasi perang dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung, area terbuka di sekitar lokasi salat tetap dipenuhi jamaah.
Koresponden di Teheran melaporkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan tekad kuat rakyat Iran bahwa tekanan dari pihak luar tidak akan melemahkan mereka.
Di hari yang sama, di Teheran juga menggelar pemakaman Syahid Ali Mohammad Naeini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Awalnya umat melaksanakan salat Id yang kemudian dilanjutkan dengan salat jenazah di Mosalla.
Usai rangkaian ibadah, demonstrasi besar terjadi di berbagai wilayah Iran. Massa menyuarakan dukungan terhadap pemerintah Iran sekaligus mengecam agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel yang masih berlangsung.
(*)