Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Suasana haru dan khidmat menyelimuti kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (21/3/2026).
Ribuan warga tumpah ruah memasuki area pemakaman selepas melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Tradisi tahunan ini menjadi momen tak terpisahkan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga yang telah lebih dulu berpulang atau yang duluan dipanggil oleh sang maha pencipta.
Pantauan Tribun Lombok, sejak pukul 06.00 WITA, arus kendaraan roda dua dan roda empat sudah tampak memadati jalan menuju kompleks pemakaman.
Para peziarah, yang didominasi oleh keluarga muda hingga lansia dan anak-anak terlihat datang berbondong-bondong dengan membawa berbagai perlengkapan seperti air hingga peralatan untuk membersihkan nisan dan area makam.
Baca juga: Salat Id Berlangsung Khidmat, Gubernur NTB dan Warga Saling Memaafkan
Salah seorang warga Endang (37) yang juga merantau di Kabupaten Sumbawa mengaku bahwa ziarah kubur setelah salat Id telah menjadi rutinitas yang tidak pernah ditinggalkan keluarganya selama puluhan tahun, dari tradisi ini ia dan keluarga mengingat keluarganya yang sudah tiada.
"Alhamdulillah, setelah sholat Id, kita langsung ke sini. Ini momen yang paling pas, selain untuk mendoakan orang tua, nenek, kakek dan kakak yang sudah meninggal, juga bertemu dengan keluarga besar" kata Endang sambil menimpah air dari ceret ke nisan, pada Sabtu (21/3/2026)a“
Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi refleksi diri di hari kemenangan. Banyak warga yang tampak duduk bersila di samping makam keluarga sambil membaca doa dan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen ini untuk bertemu dengan kerabat yang jarang ditemui saat hari raya karena kesibukan masing-masing.
"Sperti saya yang jauh merantau, momen ini saya jadikan untuk bertemu sama kerabat juga," jelas Endang.
Sementara itu menurut Ketua Pengurus Pemakaman Umum Desa Ketangga Mistum, mengungkapkan lonjakan pengunjung ke pemakaman sudah terlihat sejak pagi.
Ribuan orang peziarah hingga menjelang siang mencapai 2.500.000 orang. Selain itu ia juga sudah mempersiapkan pasilitas tempat pembuangan sampah hingga kotak amal sebagai kas Pemakaman Umum agar memperbaiki pasilitas yang ada.
"Kami sudah menyiapkan petugas kebersihan dan keamanan ekstra. Alhamdulillah, antrean kendaraan tertib meskipun padat. Kami juga mengimbau warga untuk tidak berlama-lama di area makam agar tidak terjadi penumpukan, apalagi cuaca saat ini cukup terik," jelasnya.
(*)