Grid.ID - Pemudik jalan kaki ke Ciamis. Asep ungkap janji ini ke Dedi Mulyadi sampai siap bangun usaha.
Beberapa waktu lalu, Asep viral setelah munculnya berita di media tentang dirinya yang mudik dari Bandung ke Ciamis dengan berjalan kaki. Dalam berita itu, Asep bercerita bahwa ia hanya berbekal cilok dagangannya sebagai modalnya mengisi perut selama dalam perjalanan.
Terbaru, pemudik jalan kaki ke Ciamis. Asep ungkap janji ini ke Dedi Mulyadi sampai siap bangun usaha.
Belakangan terungkap, seorang wartawan yang bertemu dengan Asep membantu kepulangannya dari Nagreg menuju Ciamis dengan menggunakan bus. Setelah kisahnya menjadi viral, Asep juga mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Dedi Mulyadi melalui sambungan telepon.
Berdasarkan tayangan di YouTube Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi memberikan bantuan uang sebesar Rp4 juta kepada Asep. Awalnya, ia memberikan Rp3 juta, lalu kembali menanyakan rencana Asep terkait usaha cilok mandiri.
"Kalau jualan cilok tanggungan sendiri, modalnya berapa?" kata Dedi Mulyadi.
"Kalau sendiri, sekitar Rp2juta, soalnya yang mahal rodanya," jawab Asep.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun meminta Asep memberikan Rp1 juta kepada ibunya untuk keperluan Lebaran.
"Kedua, yang Rp2 juta belikan roda. Nanti, saya berikan lagi Rp1 juta lewat Haji Mumu untuk modal dagang Bapak," tutur Dedi Mulyadi.
Kemudian, Dedi Mulyadi menanyakan kesanggupan Asep melaksanakan hal tersebut.
"Bapak sanggup enggak melaksanakan itu?" tanya Dedi Mulyadi.
"InsyaAllah, Pak," jawab Asep.
Hal tersebut dipertanyakan Dedi Mulyadi karena Asep ternyata hobi naik gunung yang membuat keuangannya sebagian teralokasikan ke sana.
"Oke naik gunung hobi Bapak, tetapi bisa enggak untuk sementara Bapak menyimpan uang dengan baik daripada menghabiskan uang untuk hobi?" tanya Dedi Mulyadi.
"InsyaAllah, Pak" jawab Asep.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi menginginkan jawaban tegas dari Asep.
"Bapak sanggup enggak, diatur naik gunungnya, tetapi Bapak fokus dengan usaha Bapak. Kalau ada uang disimpan," kata Dedi Mulyadi.
"Sanggup," timpal Asep sambil mengangguk.
Mendengar janji Asep, Dedi Mulyadi pun menambah modal usaha Asep berdagang cilok sebesar Rp1 juta.
"Kalau bener, saya tambah Rp1 juta lagi," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menilai bahwa sebenarnya Asep memiliki peluang untuk menabung dari hasil berdagang setiap hari. Namun, menurutnya, Asep lebih banyak mengutamakan hobinya seperti mendaki gunung serta kebiasaan merokok.
Sebelumnya, Asep memilih berjalan kaki karena keterbatasan biaya yang dimilikinya. Ia tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus di tengah arus mudik Lebaran 2026. Dalam perjalanannya, Asep sesekali mencoba menumpang truk yang melintas di jalur yang ia lewati.
Cara tersebut menjadi satu-satunya pilihan agar ia tetap bisa melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halaman. Selama dua tahun terakhir, Asep mengandalkan penghasilan dari berjualan cilok di kawasan Cibaduyut, Kota Bandung. Ia berjualan dengan berkeliling dari gang ke gang, sekaligus tinggal di kontrakan milik bosnya.
Lebaran kali ini terasa berbeda baginya karena ia tidak membawa cukup uang saat hendak pulang. Di dalam tasnya, hanya terdapat sekitar 50 butir cilok dan sebotol sirup sebagai bekal sederhana. Kondisi ekonomi yang terbatas membuatnya tidak mampu membeli tiket bus yang harganya melonjak saat musim mudik.
Pendapatan dari berjualan cilok pun tidak menentu. Setiap hari, ia harus menyetorkan Rp700.000 kepada juragan, dengan keuntungan sekitar Rp300.000 jika dagangan habis terjual.
Namun belakangan, hasil penjualannya sering tidak mencapai target. Dalam beberapa kesempatan, ia hanya memperoleh sekitar Rp100.000, dan tetap harus menyetorkan Rp70.000 kepada juragan. Keadaan tersebut membuatnya kesulitan menyisihkan uang untuk biaya pulang kampung.