Mojtaba Khamenei: Iran Pukul Telak Amerika Serikat-Israel
Alfons Nedabang March 21, 2026 11:19 PM

POS-KUPANG.COM - Iran berhasil memberikan "pukulan telak" kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung. 

Pernyataan tersebut disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam pesan tertulis untuk Tahun Baru Persia, Nowruz.

Kemudian pesan itu dipublikasikan melalui kanal Telegram dan media resmi Iran pada Jumat (20/3/2026). 

Pesan ini menjadi sorotan karena merupakan salah satu pernyataan penting Mojtaba Khamenei sejak ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan udara pada awal perang 28 Februari 2026. 

Namun, hampir dua pekan sejak menjabat, Mojtaba Kahmenei belum menyampaikan pidato secara langsung melalui video maupun audio kepada publik. 

Sejumlah pejabat dan media Iran mengindikasikan ia terluka dalam serangan yang merenggut nyawa ayahnya. 

Dalam pesannya, Mojtaba Kahmenei menekankan bahwa persatuan rakyat Iran menjadi kunci dalam menghadapi tekanan dari luar.

Baca juga: AS Gelar Sayembara Tangkap Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Imbalan Rp 168 Miliar

"Saat ini, karena persatuan khusus yang telah tercipta di antara Anda, saudara-saudara sebangsa kami—terlepas dari semua perbedaan dalam asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik—musuh telah dikalahkan," katanya. 

Ia juga menyebut konflik melawan AS dan Israel sebagai bagian dari rangkaian perang yang dihadapi Iran dalam setahun terakhir. 

Menurut dia, pertempuran saat ini merupakan perang ketiga setelah perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, dan gelombang protes nasional yang disebutnya dipicu oleh campur tangan asing, termasuk AS.

Mojtaba pun menilai rakyat Iran menunjukkan keteguhan yang membuat musuh kehilangan arah. Dengan menunjukkan persatuan dan tekad, rakyat Iran "memberikan pukulan telak kepada musuh sehingga mereka mulai mengucapkan kata-kata yang kontradiktif dan omong kosong," ujarnya. 

Ia turut menanggapi dugaan bahwa kematian Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi akan melemahkan Iran, menilai asumsi tersebut ilusi dari Amerika dan Israel.

"Mereka memiliki 'ilusi' bahwa jika Ali Khamenei dan para pemimpin militer lainnya terbunuh, mereka akan menciptakan 'ketakutan dan keputusasaan' dan 'mewujudkan impian untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya'," ucap Mojtaba melanjutkan. 

Baca juga: Iran Tebar Ranjau di Selat Hormuz, Amerika Serikat Mulai Kelabakan

Dalam pertempuran ini, Ali Khamenei dan belasan pejabat keamanan serta petinggi Iran gugur di medan perang.

Selain itu, Mojtaba Khamenei juga membantah keterlibatan Iran dalam serangan terhadap Oman dan Turkiye. Ia justru menuding Israel sebagai pihak yang melakukan penipuan untuk memicu konflik regional. 

Mojtaba menyebut tindakan tersebut taktik serangan yang dibuat-buat (false flag) untuk menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangga. 

Lebih lanjut, Mojtaba pun memperingatkan bahwa metode serupa dapat kembali digunakan di negara lain. Ia menilai perang sebelumnya dengan Israel sebagai kesalahan perhitungan serius"dari pihak lawan. 

Menurutnya, Israel bertujuan menggulingkan rezim Iran. Meski demikian, ia meyakini bahwa kondisi Iran akan semakin kuat ke depan. Persatuan nasional disebutnya akan semakin kokoh, sedangkan kekuatan musuh bakal melemah. 

Ia menutup pesannya dengan keyakinan bahwa Iran akan menghadapi tahun mendatang dengan posisi lebih solid. (*)

Sumber: Kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.