Viral Keluarga Pasien Marah-marah ke Nakes di Karangasem Bali, Berujung Minta Maaf
Putu Dewi Adi Damayanthi March 22, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Viral di media sosial, video keluarga pasien yang marah-marah ke tenaga kesehatan di Puskesmas Bebandem, Karangasem, Bali.

Pemicunya karena urusan administrasi, yakni pihak puskesmas belum bisa melayani pembayaran layanan melalui Qris.

Dalam video yang beredar luas di medsos, tampak tenaga kesehatan (nakes) dengan sabar mendengar seorang pria yang marah-marah karena tidak dapat membayar layanan menggunakan Qris.

Walau pihak puskesmas telah memberikan penjelasan, keluarga pasien itu terus marah-marah dengan nada tinggi, membandingkan puskesmas dengan warung Madura serta beberapa kali menggebrak meja.

Baca juga: Viral Proyek Penanganan Tebing Retak di Uluwatu Alami Kerusakan, Ini Kata Kadis PUPR Badung

Sambil merekam aksinya, keluarga pasien itu mengancam memposting kejadian tersebut.

Video yang direkam, Rabu 18 Maret 2026 itu, viral di media sosial dan mendapatkan perhatian langsung dari Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata.

Pihaknya mengapresiasi para petugas kesehatan yang sudah melayani masyarakat dengan baik dan sabar, dan juga mengimbau kepada masyarakat, mari bersama-sama saling menghormati dan melindungi hak serta kenyamanan petugas, demi kelancaran pelayanan kesehatan di Kabupaten Karangasem.

"Mari kita saling menjaga, astungkara ke depan kami akan selalu melakukan peningkatan dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Karangasem," tulis Gusti Putu Parwata dalam keterangan tertulis, Sabtu 21 Maret 2026.

Kepala Puskesmas Bebandem, dr. Made Sudarba mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan aksi keluarga pasien terhadap nakes.

Ia mengatakan, kejadian itu bermula saat seorang warga datang membawa anaknya yang lemas saat menonton ogoh-ogoh, Rabu 18 Maret 2026 lalu. 

Dari hasil pemeriksaan, diduga pasien lemas karena telat makan.

Seusai mendapatkan pelayanan, pihak keluarga pasien memilih menjadi pasien umum, karena tidak membawa BPJS.

Ketika hendak melakukan pembayaranlah keributan terjadi.

Keluarga tidak membawa uang cash dan meminta pembayaran melalui Qris.

Sementara pihak puskesmas belum melayani pembayaran non tunai.

Awalnya pihak keluarga pasien sempat bilang akan pergi ke ATM, namun beberapa saat kemudian mereka kembali datang tapi ke puskesmas dan mengatakan ngotot akan membayar secara non tunai, sehingga terjadi perselisihan itu.

"Seharusnya bisa bicara baik-baik, apalagi rumahnya juga dekat, boleh pulang dulu ambil uang, kita memang belum punya Qiris dan rencananya akan kita buat sementara pakai rekening BLUD," ujar Made Sudarba.

Setelah viral, perekam video tersebut meminta maaf kepada para nakes. 

Dengan didampingi aparat kepolisian dan nakes, pria yang mengaku bernama I Wayan Supartiawan itu meminta maaf atas kejadian di Puskesmas Bebandem.

"Saya dari hari, meminta maaf atas kesalahan saya meng-up (upload) video yang terjadi di Puskesmas Bebandem. Saya mohon maaf sebesar-besarnya ke pihak terkait di Puskesmas Bebandem, khususnya nakes yang bertugas. Saya memohon maaf dari hati nurani saya, semoga permohonan maaf saya diterima," ujarnya, Sabtu 21 Maret 2026. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.