8 Hikmah dan Adab Ziarah Kubur, Lengkap dengan Bacaan Doanya
Yurika NendriNovianingsih March 22, 2026 10:34 AM

TRIBUNNEWS.COM - Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai pengingat akan kehidupan akhirat.

Tradisi ziarah kubur merupakan hal yang biasa dilakukan masyarakat saat lebaran maupun bulan Ramadan.

Tradisi ziarah kubur bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan mengunjungi makam kerabat-kerabat yang telah meninggal dunia, atau mengingatkan umat muslim kepada kematian dan kepada hari akhir.

Arti ziarah secara bahasa berarti mengunjungi, maka ziarah kubur berati mengunjungi kubur.

Ziarah kubur dalam Islam ini hukumnya tidak wajib atau sunnah, atau akan mendapatkan pahala jika dikerjakan, dan tidak mendapatkan dosa, jika tidak dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan agar ziarah tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga bernilai ibadah dan membawa hikmah bagi setiap Muslim yang melakukannya.

Baca juga: Ziarah Kubur Jelang Ramadhan: Tradisi Mendoakan Leluhur dan Peringatan Buat yang Hidup

8 Hikmah Ziarah Kubur dalam Islam

  1. Mengingatkan akan kehidupan akhirat

    Ziarah kubur membuat seseorang sadar bahwa hidup di dunia hanya sementara dan setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
  2. Mendorong untuk mendoakan orang yang telah meninggal

    Ziarah menjadi sarana mengirim doa bagi keluarga dan kerabat yang telah wafat sebagai bentuk kasih sayang.
  3. Menyadarkan bahwa kematian pasti terjadi

    Kematian tidak bisa dihindari, sehingga manusia terdorong untuk mempersiapkan bekal amal.
  4. Menumbuhkan sikap rendah hati

    Semua manusia sama di hadapan kematian, sehingga mengikis kesombongan dan sifat angkuh.
  5. Memperkuat hubungan dengan Allah SWT

    Suasana ziarah mendorong refleksi diri, mempertebal iman, dan meningkatkan ketakwaan.
  6. Menumbuhkan kepedulian sosial

    Mengingatkan untuk lebih peduli kepada sesama, terutama keluarga yang ditinggalkan.
  7. Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW

    Ziarah kubur merupakan amalan yang dianjurkan oleh Nabi, sehingga bernilai ibadah.
  8. Memberikan ketenangan batin

    Ziarah membantu menenangkan hati, menerima kehilangan, dan membersihkan jiwa dari sifat negatif.

Baca juga: Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Lebaran Idul Fitri 2026 Lengkap

Adab saat Berziarah Kubur

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ustaz Syukron Maksum, berikut adab atau ketentuan tata cara khusus ziarah kubur:

1. Berwudhu

Sebelum pergi untuk ziarah hendaknya kita berwudhu terlebih dahulu untuk menyempurnakan dan mensucikan niat kita dalam menjalankan ziarah kubur.

2. Mengucap Salam

Ketika masuk pintu gerbang pemakaman, hendaknya mengucap salam.

Bacaan salam bisa seperti yang diajarkan Rasulullah, yakni:

Assalamu Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu miniina Wal Muslimiin. Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta khiriin. Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun. Wa As Alullooha Lanaa Walakumul Aafiyah.

Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian

3. Tidak menduduki kuburan

4. Tidak boleh bernazar dengan niat tertentu yang berkaitan dengan takziah, karena nazar hanya ditujukan kepada Allah

5. Tidak diperbolehkan mencium atau menyapu dengan tangan untuk minta berkah, karena hal itu menjurus ke arah kemusyrikan

6. Berdoa

Hendaknya menyampaikan doa kepada allah yang berisi mohon ampunan, rahmat dan keselamatan.

Baca juga: Doa Ziarah Kubur sebelum Puasa Ramadhan, Urutan, dan Adabnya

Doa Ziarah Kubur

Berikut bacaan doa saat melakukan ziarah kubur, dikutip dari islamicfinder.org:

السَّلَامُ عَلَيْكُمُ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalaamu 'alaykum 'ahlad-diyaari, minal-mu'mineena walmuslimeena, wa 'innaa 'in shaa' Allaahu bikum laahiqoona [wa yarhamullaahul-mustaqdimeena minnaa walmusta'khireena] 'as'alullaaha lanaa wa lakumul- 'aafiyata.

Artinya:

“Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (barzakh) dari orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir di antara kita. Sesungguhnya kami -insya Allah- akan menyusul kalian.”

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.