Timur Tengah Mencekam, Prabowo Pastikan Anak Bangsa Tetap Terima MBG Daripada Uangnya Dikorupsi
Ignatia Andra March 22, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Alasan Prabowo tetap bersikukuh melaksanakan program MBG untuk masyarakat ternyata didasari pemanfaatan alokasi dananya.

Keberlangsungan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) jadi pertanyaan di tengah situasi Timur Tengah mencekam.

Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan program andalannya itu akan terus dilanjutkan.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin (untuk menjalankan program MBG). Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," katanya, mengutip Tribunnews.com, Sabtu (21/3/2026), dikutip TribunJatim.com, Minggu (22/3/2026).

Alasan Prabowo

Prabowo mengungkapkan tetap dilakukannya program MBG karena dirinya enggan untuk melihat adanya anak-anak yang kurang gizi dan menderita stunting.

Dia menganggap keputusannya ini merupakan pilihan yang benar. 

Prabowo juga mengatakan bahwa tidak perlu adanya pemotongan anggaran MBG.

"Saya yakin di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya," tegasnya.

Prabowo mengatakan masih banyak pos anggaran selain MBG yang bisa dipangkas di tengah krisis Timur Tengah.

Sebut investasi

Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa program MBG adalah investasi bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang," tegasnya.

Bahlil Jamin Harga BBM Tak Naik

Di tengah mencekamnya situasi Timur Tengah, kecemasan publik lainnya adalah kemungkinan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun, Bahlil Lahadila selaku Menteri ESDM menjamin ketakutan masyarakat tidak akan jadi kenyataan.

Ia meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau merasa ragu akan ketersediaan stok di SPBU.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi nggak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel," kata Bahlil, mengutip Tribunnews.com Selasa (10/3/2026).

Jika harga pasar terus melambung, opsi menambah anggaran subsidi menjadi langkah nyata yang akan diambil.

Selain menambah bantalan subsidi, pemerintah kini tengah memitigasi risiko jangka panjang dengan mempercepat transisi ke energi nabati guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Bahlil menjamin pasokan BBM aman

Menanggapi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Bahlil mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam mengamankan pasokan.

Mengingat Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak—pemerintah telah mengalihkan sumber impor.

"Sekitar 25 persen impor minyak kita bersumber dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Jadi relatif clear-lah," ungkap Bahlil.

Ia menjamin pasokan energi nasional dalam posisi aman untuk satu hingga dua bulan ke depan.

Gangguan pasokan diprediksi hanya akan terjadi jika konflik bersenjata tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama (bertahun-tahun).

Menkeu Purbaya soroti anggaran MBG

Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan apabila tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyentil anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berencana memangkasnya.

Hal itu lantaran tengah terjadinya ketegangan geopolitik dunia merambat hingga ke ruang kebijakan dalam negeri.

Lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, mulai menimbulkan tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Sisir anggaran program MBG

Di tengah situasi ini, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai opsi agar stabilitas fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Salah satu program yang kini ikut menjadi sorotan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap keputusan terkait pelaksanaan program tersebut akan tetap berada di tangan presiden.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan lembaganya akan menjalankan apa pun keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo terkait kelanjutan maupun penyesuaian program MBG.

Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Kurma di Jember Melonjak Tajam Akibat Pasokan Tersendat

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas kemungkinan efisiensi anggaran yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan apabila tekanan terhadap APBN meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

"BGN akan jalankan apapun putusan Presiden," kata Dadan saat dihubungi Kompas.com, dikutip TribunJatim.com Senin (9/3/2026).

Pernyataan singkat itu mencerminkan satu hal penting: arah kebijakan program MBG sepenuhnya bergantung pada keputusan politik tertinggi di pemerintahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.