BANJARMASINPOST.CO.ID PELAIHARI - Kepedulian sosial terus ditunjukkan Majelis Rizky Az-Zikra, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.
Tak sekadar rutinitas, aksi berbagi yang mereka lakukan menjadi sumber harapan bagi anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Seperti pada Kamis lalu, di sekretariat majelis setempat di Jalan Bakti, Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, santunan kembali disalurkan.
Lantaran suasana mudik sehingga jumlah penerima berkurang, namun kehangatan dan kepedulian tetap terasa begitu kuat.
Sedikitnya enam anak yatim menerima santunan langsung dari pimpinan Majelis Rizky Az-Zikra, Marliana. Sementara belasan anak dari keluarga kurang mampu juga turut mendapatkan bantuan.
Baca juga: Terungkap Identitas Mayat Lansia di Sungai Malangkan Bajuin Tanahlaut, Lansia yang Menghilang
Baca juga: Dari Buruh Serabutan hingga Warga Pinggiran, Open House Bupati Tanahlaut Jadi Momen Tak Terlupakan
Seorang warga Pelaihari, Rahimah mengaku terharu dengan konsistensi kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak semua komunitas mampu menjaga semangat berbagi secara rutin.
“Ini luar biasa, mereka tidak hanya aktif saat Ramadan saja. Kegiatannya terus berjalan. Kami sangat salut, semoga bisa jadi contoh bagi yang lain,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Hal senada disampaikan warga lainnya, Ahmad, yang berharap makin banyak majelis atau organisasi masyarakat yang tergerak melakukan hal serupa.
“Kalau banyak yang bergerak seperti ini, tentu akan sangat membantu masyarakat kecil. Semoga ini jadi inspirasi,” katanya.
Marliana menjelaskan, sejatinya jumlah anak yatim binaan Majelis Rezeki Az-Zikra mencapai sekitar 35 orang. Namun, pada kegiatan terakhir, sebagian besar telah pulang kampung untuk mudik lebaran dibawa keluarga, sehingga hanya tersisa enam anak yang menerima santunan secara langsung.
“Di luar Ramadan, semua anak binaan tetap mendapatkan santunan. Tahun ini saja sudah sekitar lima kali kami menyalurkan bantuan,” jelas koordinator penyuluh agama Kecamatan Pelaihari Kemenag Tala ini.
Ia menambahkan, sumber dana kegiatan berasal dari para donatur, dermawan, serta swadaya internal majelis.
Bantuan yang diberikan pun tidak terbatas pada santunan anak yatim, tetapi juga menyasar kaum duafa, mualaf, hingga pekerja kasar seperti buruh harian.
“Ini adalah bentuk kepedulian sosial. Kami ingin hadir untuk meringankan beban mereka, sekaligus memberi harapan agar tetap semangat menjalani hidup,” tandas Bendahara II pengurus pusat IPARI ini.
Selain santunan, Majelis Rizky Az-Zikra juga aktif menyalurkan paket sembako, bantuan ramadan, hingga paket lebaran bagi masyarakat dari kaum ekonomi lemah.
Konsistensi inilah yang membuat majelis tersebut menjadi inspirasi di tengah masyarakat.
Aksi kecil yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti mampu menghadirkan dampak besar, sekaligus menggerakkan semangat gotong royong di lingkungan sekitar.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)