Warga Resah Jalan Sei Binti Dipenuhi Sampah, Ancam Keselamatan Pengendara
Alfandi Simamora March 22, 2026 03:07 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Tumpukan sampah mengular di pinggir Jalan Sei Binti, tidak jauh dari kawasan Candi Bentar, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (22/03/2026).

Sampah-sampah yang berada di sana juga menjadi sorotan warga.

Sebab selain menimbulkan bau tak sedap, kondisi itu juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dari Pantauan Tribun Batam di lapangan tumpukan sampah membentang lebih dari 100 meter ke arah kawasan Horizon Dapur 12. 

Sampah yang terdiri dari limbah rumah tangga hingga sisa aktivitas pedagang kaki lima terlihat berserakan di pinggir jalan. 

Sebagian bahkan telah dibakar oleh orang tak dikenal, sehingga asapnya mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.

Jamal warga Sei Binti, mengatakan sampah di lokasi tersebut kerap dibuang oleh orang yang melintas, terutama pada malam hari.

“Kadang ada orang lewat sambil melempar sampah. Jadi kita tidak tahu dari mana asalnya,” ucapnya.

Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya pernah menjadi Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Namun, sejak pembangunan di sekitar Candi Bentar dimulai, TPS tersebut dipindahkan. 

Kini, warga hanya memiliki satu TPS di Kampung Bata, itu pun berada di lahan milik pribadi dan dijaga oleh pemiliknya. 

Kondisi ini membuat sebagian warga bingung harus membuang sampah ke mana, sehingga akhirnya membuangnya sembarangan.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Randi yang mengaku merasa waswas setiap kali melintas di jalan tersebut, terutama saat sampah berserakan hingga ke badan jalan.

“Selain baunya menyengat, kadang sampah juga dibakar. Kalau berserakan ke jalan, sangat berbahaya, apalagi untuk pengendara motor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Hasibuan, mengakui lokasi di Jalan Sei Binti memang tidak termasuk dalam rute mobil pengangkut sampah. 

Hal ini membuat, pengangkutan sampah di kawasan itu tidak berjalan maksimal.

“Kita akan cek langsung ke lokasi dan mengupayakan pemindahan sampah tersebut,” kata Dohar.

Dohar menambahkan, saat ini layanan pengangkutan sampah di Kota Batam secara umum sudah kembali berjalan normal, dengan frekuensi dua kali dalam sepekan di sebagian besar wilayah. 

Namun, untuk lokasi yang volume sampahnya lebih sedikit, pengangkutan masih dilakukan satu kali seminggu.

Pihaknya juga menargetkan dalam dua bulan ke depan seluruh wilayah di Batam sudah terlayani secara normal oleh armada pengangkut sampah. 

"Maka dari itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menunggu petugas datang sesuai jadwal yang telah ditentukan,"tutupnya.(ian).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.