Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kunjungan wisatawan ke Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung mengalami penurunan drastis pada momen libur Lebaran 2026.
Pengelola mencatat penurunan jumlah pengunjung hingga sekitar 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Manajer Pantai Mutun, Sularno mengatakan, penurunan sudah terlihat sejak hari pertama Lebaran.
“Hari pertama Lebaran hanya tercatat 39 mobil, dengan rata-rata dua orang per kendaraan. Itu jauh di bawah kondisi normal,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Minggu (22/3/2026).
Menurut Sularno, tren penurunan berlanjut hingga hari kedua.
Baca juga: Libur Lebaran di Pantai Mutun, Menikmati Wisata Pesisir Pesawaran
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan turun lebih dari 50 persen, bahkan mendekati 70 persen berdasarkan data sementara pengelola.
Ia menilai, ada beberapa faktor yang memengaruhi turunnya jumlah wisatawan. Salah satunya adalah munculnya banyak destinasi wisata baru di wilayah Lampung, baik di Bandar Lampung, Lampung Selatan, maupun Pesawaran.
“Kompetitor semakin banyak, pilihan wisata jadi lebih beragam,” kata dia.
Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat juga dinilai turut berdampak terhadap minat berwisata.
Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat membuat pengeluaran untuk rekreasi menjadi lebih terbatas.
Meski demikian, pihak pengelola memastikan tidak ada kenaikan harga tiket masuk selama libur Lebaran.
“Harga tiket tetap normal seperti hari biasa. Kami tidak menaikkan tarif, walaupun ini musim liburan,” jelas Sularno.
Dari sisi fasilitas, pengelola mengaku tetap melakukan sejumlah pembenahan.
Di antaranya penambahan musala dengan konsep etnik serta pengembangan taman bunga di jalur evakuasi, yang saat ini mulai bisa dinikmati pengunjung.
Sularno berharap kunjungan wisata dapat meningkat pada hari-hari berikutnya selama libur Lebaran.
Ia juga mendorong adanya dukungan dari pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata, khususnya dalam menciptakan kemudahan bagi pengelola.
“Harapannya ada sinergi. Jangan sampai pengelola justru terbebani, karena bisa berdampak pada pengurangan tenaga kerja dan akhirnya merugikan masyarakat,” ujarnya.
Pantai Mutun selama ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Pesawaran, dengan keterlibatan masyarakat lokal yang cukup besar, mulai dari pelaku UMKM, penyedia jasa perahu, hingga tenaga kerja di kawasan wisata tersebut.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)