Kemensos Hadirkan Hunian Layak, Warga Kampung Nelayan Ini Lebaran dengan Tenang Bersama Keluarga
Content Writer March 22, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Angin laut berhembus pelan pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Suara takbir mengalun dari masjid di Kampung Nelayan Sejahtera, Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Bagi Warsana (42), suasana Idul Fitri tahun ini terasa berbeda, lebih senang dan lebih tenang. Bukan karena baju baru atau hidangan yang melimpah, melainkan karena untuk pertama kalinya ia dan keluarga bisa merayakan Lebaran tanpa dihantui rasa cemas.

"Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman. Jadi walaupun enggak punya banyak, tetap bisa ngerasain bahagia bareng keluarga," ujar Warsana dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (22/3/2026).

Warsana tinggal bersama sang istri, Kadmina (39), serta ketiga anaknya. Kehidupan mereka sebelumnya jauh dari kata tenang.

Sejak remaja, Warsana sudah melaut mengikuti jejak keluarganya sebagai nelayan. Setiap dini hari ia berangkat mencari ikan, lalu kembali siang hari dengan hasil yang tak selalu pasti.

Setelah berkeluarga, yang paling mengganggu pikirannya bukan lagi sekadar hasil tangkapan, melainkan keluarga yang ia tinggalkan di rumah yang rawan banjir rob.

Baca juga: Berkat Kemensos, Isra Difabel Tuli Selangkah Lebih Dekat untuk Banggakan Orang Tua

"Kalau lagi kerja itu pasti ada rasa khawatir. Kepikiran terus rumah banjir, kepikiran anak istri. Namun, mau gimana.  Kalau khawatir terus, kerja juga jadi enggak fokus. Jadi, ya ditahan saja. Yang penting tetap jalan cari nafkah," katanya.

Rumahnya di Blok Pangpang, Desa Eretan Kulon, yang ditempati sejak 2014, perlahan tak lagi layak huni. Banjir rob datang berulang, membawa air laut yang merendam lantai dan merusak hampir seluruh isi rumah. Kondisi lingkungan yang tidak sehat pun berdampak pada anak-anaknya.

"Anak-anak itu sering sakit. Kadang sakit perut, kadang gatal-gatal. Airnya asin, lingkungannya juga kurang bersih. Jadi, kesehatan mereka sering terganggu," terang Warsana.

Puncaknya terjadi pada akhir 2022, saat banjir datang sangat parah. Istri Warsana tengah hamil besar dan akan melahirkan anak ketiga mereka. Ia harus dievakuasi dengan cara dibopong menggunakan kasur ke rumah orang tua. Tak lama setelah itu, rumah mereka roboh.

"Waktu itu ya sudah, enggak kepikiran yang lain. Yang penting keluarga selamat dulu. Rumah bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga kenapa-kenapa itu yang enggak tergantikan," ucapnya.

Setelah kejadian itu, Warsana dan keluarganya sempat mengungsi dan tinggal sementara di rumah orang tuanya. Di tengah keterbatasan, ia tetap berusaha bertahan sambil menunggu harapan akan tempat tinggal yang lebih layak.

Baca juga: Perjalanan Penyintas Kanker Bangkit dengan Dukungan Kemensos di Palamartha

Harapan itu akhirnya datang pada 2025, ketika Warsana dan keluarga menempati Kampung Nelayan Sejahtera, sebuah inisiasi Kementerian Sosial (Kemensos) bersama pemerintah daerah, Baznas, BNPB, TNI-Polri, dan berbagai pihak lainnya.

Kampung ini dibangun sebagai hunian layak bagi nelayan yang sebelumnya tinggal di wilayah rawan rob. Sebanyak 93 rumah tipe 36 berdiri di kawasan tersebut, masing-masing dilengkapi dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi.

Tak hanya rumah, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari akses air bersih, sanitasi, jaringan listrik, hingga fasilitas sosial seperti masjid, taman anak dan lansia, serta sentra UMKM bagi keluarga nelayan.

"Alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Tempatnya bersih, airnya lebih layak, anak-anak juga jadi lebih sehat. Saya sebagai orang tua juga jadi lebih tenang, enggak was-was lagi kalau lagi kerja ninggalin keluarga di rumah," kata Warsana.

Meski begitu, Warsana tetap bekerja keras. Selain melaut, ia juga mengambil pekerjaan tambahan sebagai buruh harian di TPI Eretan Kulon hingga ojek barang pesanan warga. Semua demi keluarganya.

"Sekarang saya berusaha kerja apa saja yang penting halal. Yang penting anak-anak bisa sekolah, bisa makan, dan kehidupan ke depan bisa lebih baik," ujarnya.

Baca juga: Percetakan Braille Kemensos Sediakan Buku, Majalah, dan Alquran Gratis untuk Penyandang Tunanetra

Lebaran yang dulu terasa hanya lewat begitu saja, tahun ini menjadi momen yang sangat berarti bagi Warsana dan keluarga. Ia memilih merayakannya sederhana, cukup bersama keluarga kecilnya di rumah baru mereka.

"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, yang sudah peduli dengan masyarakat kecil seperti kami. Dengan adanya tempat ini, kehidupan kami jadi jauh lebih baik, lebih layak, dan lebih tenang," ucapnya.

Lebaran bukan lagi sekadar perayaan bagi Warsana. Ia kini merayakannya dengan rasa aman yang dulu tak pernah ia miliki, di rumah yang tak lagi terendam air, bersama anak-anak yang bisa tumbuh lebih sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.