Arus Lalu Lintas di Kawasan Wisata Naik 30 Persen, Polisi Bakal Beri Perhatian Khusus
Kemal Setia Permana March 22, 2026 04:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan evaluasi arus lalu lintas setelah hari pertama Idulfitri 1447 H dengan mencatat adanya peningkatan signifikan mobilitas masyarakat, khususnya menuju destinasi wisata di wilayah Jabar.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat di bawah komando Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan mengatakan bahwa pengamanan dilakukan melalui lima klaster utama, yakni tempat ibadah, penyeberangan dan bandara, jalur tol, jalur arteri dan perkotaan (alperi), serta kawasan wisata.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan hari pertama Lebaran terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata.

Kondisi ini diprediksi akan berlanjut bahkan meningkat pada hari kedua, seiring tingginya aktivitas silaturahim dan pergerakan wisata masyarakat, termasuk para pemudik yang telah tiba di kampung halaman.

Baca juga: Target 100 Ribu Wisatawan di Libur Lebaran 2026, Disparpora Karawang Optimistis Kunjungan Naik

"Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan, di antaranya kawasan Puncak, meliputi Taman Safari, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran. Kepadatan di titik-titik tersebut telah diantisipasi melalui peningkatan pengamanan sejak awal libur Lebaran," ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Kondisi arus lalu lintas di Kota Bandung hingga ke arah Lembang tepatnya Setiabudi dan masih ramai lancar. Belum terlihat kepadatan yang signifikan di hari kedua lebaran ini.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Raydian Kokrosono mengungkapkan untuk mengurai potensi kemacetan, Polda Jawa Barat menerapkan sejumlah strategi. Selain penempatan personel di titik-titik rawan (ploting statis), juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile.

Penggunaan teknologi drone turut dioptimalkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mengidentifikasi penyebab kepadatan secara cepat dan akurat.

Selain itu, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau penundaan arus sebelum pemberlakuan sistem satu arah (one way). Strategi ini dinilai efektif, khususnya di kawasan Puncak, untuk mengatur volume kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga mengurangi kepadatan.

Baca juga: Cegah Kemacetan saat Libur Lebaran, Lapak PKL di Pasar Kiaracondong Bandung Dipindahkan

"Menjelang arus balik, kami juga mengintensifkan penyebaran informasi melalui media sosial serta layanan hotline mudik. Hingga saat ini, layanan tersebut telah diakses oleh sekitar 11.000 pengguna.

Melalui hotline, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lalu lintas, akses CCTV, lokasi pos pelayanan dan pos terpadu, serta berkomunikasi langsung dengan petugas jika membutuhkan bantuan. Sebanyak 332 pos pengamanan telah disiagakan selama Operasi Ketupat," katanya.

Di samping itu, layanan darurat Call Center 110 juga terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk memberikan kemudahan dalam pelaporan kondisi darurat di lapangan.

Polda Jabar mengimbau kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan baik, mulai memastikan kondisi kesehatan, kelayakan kendaraan seperti rem, lampu, ban, dan perlengkapan darurat seperti dongkrak.

Selain itu, pemudik juga diminta memastikan kecukupan saldo tol, merencanakan rute perjalanan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.