TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua tim besar Indonesia, PSS Sleman dan PSIS Semarang, menunjukkan nasib yang kontras di Pegadaian Championship 2025/2026.
Jika PSS Sleman semakin dekat ke promosi, PSIS justru berada di ujung ancaman degradasi.
PSS Sleman tampil impresif sepanjang musim dan kini memimpin klasemen sementara Grup B.
Pada laga terakhir, Super Elja sukses menundukkan Persela Lamongan dengan skor tipis 1-0.
Baca juga: Waspada Modus Penipuan Pajak via WhatsApp Usai Lapor SPT, Wajib Pajak Diminta Hati-hati
Baca juga: Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Sepekan, Ini Sektor yang Tidak Termasuk
Tambahan tiga poin membuat posisi PSS semakin nyaman di puncak dengan keunggulan:
4 poin dari Barito Putera
5 poin dari Tornado FC dan Persipura Jayapura
Meski demikian, masih ada enam pertandingan tersisa di putaran ketiga yang harus dilalui.
PSS Sleman hanya membutuhkan lima kemenangan lagi untuk mengunci posisi juara Grup B sekaligus memastikan tiket promosi ke Super League musim depan.
Jika skenario tersebut tercapai, total poin PSS akan menyentuh angka 60.
Jumlah itu tidak mungkin dikejar oleh para pesaing meskipun mereka memenangkan seluruh sisa pertandingan.
Namun, jalan menuju target tersebut tidak mudah.
PSS harus menghadapi dua laga tandang berat melawan Tornado FC dan Barito Putera.
Meski demikian, catatan tandang PSS cukup meyakinkan.
Dari 10 laga away yang telah dijalani, mereka mencatat 6 kemenangan, 2 hasil imbang, 2 kekalahan.
Statistik ini menunjukkan performa tandang PSS lebih dominan dibanding hasil negatif.
Berbanding terbalik, PSIS Semarang justru berada dalam situasi sulit.
Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar kini tercecer di posisi ke-9 klasemen Grup B dengan raihan 16 poin.
Tak hanya itu, PSIS juga memiliki selisih gol yang cukup buruk, yakni -28.
Dalam regulasi kompetisi, tim yang finis di peringkat ke-10 akan langsung terdegradasi ke Liga 3.
Saat ini, posisi tersebut ditempati Persipal FC dengan 7 poin.
Agar aman dari degradasi, PSIS wajib finis minimal di posisi ke-8.
Saat ini, posisi tersebut dihuni oleh Persiba Balikpapan dengan 17 poin.
Jika tetap berada di peringkat ke-9, PSIS harus menjalani laga play-off melawan tim peringkat 9 dari grup lain.
Pemenangnya bertahan, sementara yang kalah akan terdegradasi.
Situasi semakin sulit karena dari enam laga tersisa, PSIS harus menghadapi lawan-lawan kuat seperti:
Barito Putera (peringkat 2)
Persipura Jayapura (peringkat 4)
PSS Sleman (pemuncak klasemen)
Persaingan ketat di papan atas membuat tim-tim tersebut diprediksi akan tampil maksimal, sehingga peluang PSIS untuk meraih poin menjadi semakin berat.