- Polisi telah meringkus pria berkewarganegaraan Irak berinisial FD, pelaku pembunuhan cucu seniman betawi Mpok Nori Dewhinta Anggary.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, pelaku ditangkap di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten saat hendak melarikan diri.
"Sudah tertangkap tersangkanya, WN (warga negara) Irak," kata Alfian kepada wartawan, Minggu (22/3/2026).
Tersangka kini telah diperiksa penyidik, motif pembunuhan dipicu keretakan hubungan antara korban dan pelaku yang disebut pasangan nikah siri.
"Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau," ujar Alfian.
Keterangan tersangka masih akan terus didalami, termasuk memeriksa saksi dan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
FD lanjut Alfian, dijerat pasal 458 subsider pasal 468 KUHP tentang pembunuhan/penganiayaan berat sampai meninggal dunia dengan ancaman kurungan penjara paling berat 10 tahun.
Dewhinta Anggary, cucu dari seniman Betawi Mpok Nori menjadi korban pembunuhan di Gang Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Korban ditemukan tewas terkapar dalam keadaan bersimbah darah akibat luka penganiayaan di dalam unit kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) sekira pukul 03.00 WIB.
Kerabat korban, Sania Destiani (16) mengatakan Dewhinta pertama ditemukan oleh ibu dan adik laki-laki korban di unit kontrakan saat hendak membangunkan almarhumah untuk bekerja.
"Pas datang pintu kontrakan terkunci. Jadi adiknya masuk lewat jendela yang kebetulan terbuka, lalu membukakan pintu. Di situ kakak sudah terkapar," kata Sania di Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026).
Secara kasat mata kala itu pihak keluarga mendapati Dewhinta mengalami luka penganiayaan pada bagian leher dan tubuh bagian atas, sementara di sekitar kasur sudah terdapat bercak darah.
Panik mendapati kondisi korban pihak keluarga lalu bergegas melaporkan kasus ke pihak kepolisian, hingga akhirnya jajaran Unit Reskrim Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi.
"Untuk barang-barang kayaknya enggak ada yang hilang. Soalnya masih dipegang sama kakaknya HP-nya. Tapi saya belum memastikan masuk ke dalam, soalnya enggak berani," ujarnya.
(*)