SERAMBINEWS.COM - Lebih dari 100 warga sipil Israel terluka setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah selatan negara tersebut, dalam eskalasi terbaru konflik yang kian memanas di Timur Tengah, Minggu.
Serangan menghantam kota Dimona dan Arad, memicu kepanikan luas setelah salah satu rudal dilaporkan jatuh sangat dekat dengan fasilitas nuklir strategis Israel.
Dimona diketahui menjadi lokasi Shimon Peres Negev Nuclear Research Center, yang diduga kuat terkait dengan program nuklir Israel, meski pemerintahnya tidak pernah secara resmi mengakui kepemilikan senjata nuklir.
Di Arad, sedikitnya 88 orang terluka, termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun.
Sepuluh korban dilaporkan dalam kondisi serius, sementara kerusakan bangunan terjadi di berbagai titik kota.
Sementara itu di Dimona, 59 orang mengalami luka-luka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang kini dalam kondisi kritis.
Serangan ini merupakan aksi balasan Iran setelah fasilitas nuklir mereka di Natanz sebelumnya diserang dalam operasi udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Petugas medis Tomer Segev menggambarkan situasi di lapangan sebagai sangat kacau.
“Saat tiba, saya langsung menangani sekitar 40 korban. Ini pemandangan yang sangat sulit,” ujarnya.
Muncul kekhawatiran bahwa Iran menggunakan jenis rudal baru yang mampu menembus sistem pertahanan udara Israel.
Namun, juru bicara militer Israel Brigjen Effie Defrin membantah hal tersebut.
Menurutnya, sistem pertahanan tetap beroperasi, tetapi gagal mencegat rudal dalam insiden ini.
“Ini bukan jenis amunisi baru, kami akan menyelidikinya,” katanya.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan doa bagi para korban dan menegaskan Israel tidak akan mundur.
“Kami akan terus menyerang musuh kami di semua front,” ujarnya.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir yang meninjau lokasi serangan menegaskan bahwa perang melawan Iran harus terus dilanjutkan hingga kemenangan diraih.
Dampak serangan juga meluas ke sektor pendidikan.
Menteri Pendidikan Yoav Kisch mengumumkan seluruh kegiatan belajar tatap muka di sekolah-sekolah Israel dihentikan sementara.
Sebelumnya, sekolah-sekolah baru saja dibuka kembali setelah dua minggu ditutup sejak konflik pecah.
Di sisi lain, kelompok proksi Iran Hezbollah juga melancarkan serangan ke wilayah utara Israel yang menyebabkan sedikitnya 19 orang terluka.
Sebuah taman kanak-kanak di kota Rishon Lezion turut rusak akibat hantaman rudal klaster pada Sabtu pagi, memperlihatkan semakin meluasnya dampak konflik terhadap warga sipil.(*)