SERAMBINEWS.COM, RIYADH – Pemerintah Turki memperingatkan Iran bahwa negara-negara Teluk telah mengeluarkan peringatan terakhir terkait eskalasi serangan yang terjadi belakangan ini.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa negara-negara Teluk berpotensi melakukan serangan balasan apabila Iran terus melancarkan serangan terhadap wilayah mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Fidan saat menghadiri pertemuan regional di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (21/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para peserta sepakat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik keras Iran, terutama atas serangan terhadap infrastruktur sipil di negara-negara Teluk.
Serangan tersebut terjadi sejak konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Fidan mengungkapkan bahwa pertemuan itu secara khusus membahas serangan Iran.
Menurutnya, negara-negara Teluk mempertanyakan alasan Iran menargetkan mereka dalam konflik tersebut.
Baca juga: Pertahanan Teluk Jebol, AS Kebut Kirim Sistem Anti-Drone dan Radar Canggih Hadapi Serangan Iran
“Mereka mengatakan tidak ada kaitannya dengan pecahnya perang ini. Serangan terhadap mereka dinilai tidak adil, sehingga perlu ada respons,” ujar Fidan, seperti dikutip dari Middle East Eye.
Ia juga menegaskan bahwa sejak awal negara-negara Teluk telah menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun pangkalan mereka digunakan untuk operasi militer melawan Iran.
Mereka juga menegaskan bukan pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.
Namun demikian, Iran disebut tidak hanya menyerang target militer, tetapi juga infrastruktur sipil dan ekonomi secara sengaja.
“Negara-negara Teluk menyatakan bahwa jika situasi ini terus berlanjut, mereka akan terpaksa mengambil langkah balasan,” kata Fidan.
Ia menambahkan bahwa peringatan terakhir telah disampaikan, terutama setelah meningkatnya intensitas serangan dalam beberapa waktu terakhir.
Pekan ini, Iran dilaporkan menyerang fasilitas gas di Qatar serta infrastruktur minyak di Arab Saudi.
Serangan tersebut disebut sebagai respons terhadap aksi Amerika Serikat dan Israel, yang dianggap Iran sebagai pihak yang bersekutu.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, juga mengecam tindakan Iran. Ia menyatakan bahwa Arab Saudi mulai mempertimbangkan opsi operasi militer jika serangan tidak segera dihentikan.