PILU Solihin, 16 Tahun Mengabdi Jadi Pemadam Kebakaran Kini Tewas Saat Berjuang Padamkan Api
Septrina Ayu Simanjorang March 22, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Pilu Solihin, 16 tahun mengabdi jadi pemadam kebakaran kini tewas saat berjuang padamkan api.

Saat itu, Solihin tengah bertugas memadamkan api di Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (22/03/2026) dini hari.

Saat itu api melahap puluhan rumah warga.

Baca juga: PENAMPAKAN Petasan Raksasa Sepanjang 1,4 Meter Dimusnahkan Tim Gegana, Punya Siapa?

Seorang petugas pemadam kebakaran yang tengah bertugas di lokasi turut menjadi korban

Solihin (37) merupakan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang telah mengabdi selama 16 tahun.

Ia menjabat sebagai Komandan Regu (Danru) Pos Damkartan Sumbawa Zona Alas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Sumbawa, Sahabuddin, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut.

Baca juga: MOTIF Pelaku Bunuh dan Mutilasi Tubuh Wanita Jadi 7 Potongan di Samarinda, Ada Memperkeruh Suasana

"Kami menyampaikan duka cita mendalam, saat ini saya sedang di lokasi kejadian," kata Sahabuddin," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Sumbawa, Sahabuddin, saat dihubungi, Minggu.

Menurut keterangan, korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Alas.

Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

“Dugaan awal petugas kami meninggal akibat tersetrum listrik saat melaksanakan tugas pemadaman api,” kata Sahabuddin.

Ilustrasi kebakaran

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dan dengan cepat membesar hingga melahap puluhan rumah di kawasan tersebut.

Camat Alas, Usman, membenarkan besarnya dampak kebakaran yang terjadi.

"Benar. Kurang lebih 31 rumah terbakar hangus terbakar," kata Camat Alas, Usman, saat dikonfirmasi.

Sahabuddin menjelaskan bahwa api pertama kali diduga muncul dari salah satu rumah warga bernama M. Nur.

Baca juga: AYU TING TING Dicibir Netizen Gegara Reservasi Tempat Untuk Salat Id di Masjid Dekat Rumah

"Dugaan sementara, api berasal puntung rokok yang belum padam atau obat nyamuk masih menyala," ungkapnya.

Setelah upaya intensif petugas, api akhirnya berhasil dikendalikan dan saat ini memasuki tahap pendinginan untuk mencegah kebakaran susulan.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.

“Penghitungan kerugian masih dilakukan petugas di lapangan,” katanya.

Pihak Damkartan juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca panas.

Baca juga: MISTERI Mutilasi Istri Siri di Samarinda, 2 Pelaku Rencanakan Pembunuhan Sejak Januari

“Kami imbau warga memeriksa rumah dan sekitarnya sebelum ditinggalkan.

Kami juga meminta warga berhati-hati terhadap potensi kebakaran,” harap Sahabuddin.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.