Satu Pembacok di Taman Muaradua Menyerahkan Diri, Polisi Buru Tiga Pelaku Lain yang Masih Buron
Yandi Triansyah March 22, 2026 08:27 PM

SRIPOKU.COM, MUARADUA – Seorang tersangka berinisial AA (18) resmi ditahan di Mapolres OKU Selatan setelah menyerahkan diri, sementara tiga pelaku lainnya kini dalam pengejaran intensif tim Satreskrim.

Tersangka AA menyerahkan diri dengan pendampingan pihak keluarga dan Kepala Desa pada Minggu (22/3/2026), setelah kepolisian melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat setempat. 

Langkah ini diambil menyusul insiden berdarah pada Jumat malam (20/3) yang mengakibatkan seorang warga luka parah akibat sabetan senjata tajam di kawasan Taman Serasan Seandanan, Muaradua.

"Tindakan menyerahkan diri ini adalah langkah baik, namun proses hukum tetap kami jalankan dengan tegas. Tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan, apalagi yang terjadi di ruang publik," tegas Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L. Sinaga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi seluruh komplotan pelaku dalam waktu singkat. 

Saat ini, tim buser tengah melacak keberadaan tiga pelaku lain, termasuk satu pelaku dewasa yang diduga sebagai eksekutor utama pembacokan menggunakan parang.

"Kami sudah mengantongi keberadaan mereka. Kami imbau agar para pelaku segera menyerahkan diri sebelum kami melakukan tindakan tegas dan terukur," ujar AKP Aston.

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi brutal tersebut bermula saat korban mencoba melerai keributan di area taman. 

Namun, niat baik korban justru dibalas dengan serangan senjata tajam secara membabi buta. Ironisnya, dalam situasi yang tidak terkendali tersebut, pelaku utama dilaporkan sempat melukai rekannya sendiri sebelum melarikan diri.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Polda Sumatera Selatan karena terjadi di ruang terbuka hijau yang seharusnya aman bagi warga. 

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menjamin keamanan ruang publik dari aksi premanisme.

"Ini menjadi atensi kami. Setiap bentuk kekerasan yang meresahkan akan ditindak tanpa pandang bulu. Kami mengapresiasi sinergi masyarakat yang memberikan informasi demi mempercepat pengungkapan kasus ini," kata Kombes Pol Nandang.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muaradua akibat luka bacok serius.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.