TRIBUNSUMSEL.COM -- Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syawal dan dimulai pada tanggal 2 Syawal dalam kalender Hijriyah.
Muslim yang ingin melakukan puasa Syawal dapat digabung dengan puasa sunnah lain seperti puasa Senin dan Kamis.
Menurut para Ulama, menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa hari Senin atau hari Kamis hukumnya adalah boleh dan sah, sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com.
Hal ini karena puasa Syawal dan puasa hari Senin atau hari Kamis memiliki kesamaan dalam jenis dan bentuk ibadahnya, yaitu sama-sama puasa sunnah, seperti dijelaskan di laman Kemenag Bali.
Berdasarkan Kalender Hijriah dirilis Kemenag, Puasa Syawal tahun ini dapat dikerjakan hingga 29 Syawal 1447 H yang diperkirakan jatuh pada Sabtu 18 April 2027.
Jumlah puasa Syawal yaitu enam hari dan dapat dikerjakan secara berurutan mau pun terpisah/tidak berurutan selama bulan Syawal.
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala.
Arti: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Atau
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta‘ala.
Arti: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Berikut ini niat puasa Senin dan Kamis yang dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Nawaitu sauma gadin fi yaumil-isnaini sunnatal lillahi ta ala.
Arti: “Saya berniat puasa pada hari Senin sunnah karena Allah Ta ala.”
Nawaitu sauma gadin fi yaumil-khamisi sunnatan lillahi ta ala.
Arti: “Saya berniat puasa pada hari Kamis sunnah karena Allah Ta ala.”
Kalender Bulan Syawal 1447 H 2026
Berikut kalender bulan Syawal 1447 hijriyah dilansir dari kalender islam islamicfinder.org.
Berdasarkan tanggal lengkap tersebut, batas akhir melaksanakan puasa Syawal apabla ditunaikkan secara tidak berurutan adalah Sabtu 18 April 2026.
Baca juga: Niat Puasa Syawal 1447 H/2026 Lengkap dengan Kalender Jadwal Pelaksanaannya
Baca juga: 6 Kata Sambutan Acara Halal Bihalal Idul Fitri 2026 di Sekolah, Kantor Hingga Keluarga