TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango — Seorang warga Desa Popodu, Kecamatan Bulango Timur, diamankan aparat setelah kedapatan menyimpan sejumlah senjata berbahaya berupa panah wayer dan senjata tajam.
Keberadaan benda-benda tersebut sebelumnya sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pria berinisial AA itu diketahui menyimpan tujuh anak panah wayer lengkap dengan peluncurnya, serta dua bilah senjata tajam jenis badik.
Temuan tersebut memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.
Baca juga: Jangan Kecewa! Acara Pacuan Kuda Gorontalo Tahun Ini Tidak Dilaksanakan, Ini Penjelasan Panitia
Warga setempat sebelumnya melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan kepemilikan senjata tersebut.
Kekhawatiran muncul mengingat panah wayer kerap dikaitkan dengan aksi kekerasan dan rawan disalahgunakan.
Kapolsek Tapa, Ismet Ishak, membenarkan adanya temuan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa barang bukti yang diamankan terdiri dari tujuh anak panah wayer beserta peluncurnya, serta dua bilah badik.
“Saat dilakukan pemeriksaan, kami menemukan tujuh anak panah wayer lengkap dengan peluncurnya, serta dua bilah senjata tajam jenis badik,” ujar IPTU Ismet.
Kepemilikan senjata tajam dan panah wayer tanpa izin sendiri melanggar ketentuan hukum yang berlaku, karena berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hal ini diatur dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Saat ini, pria tersebut bersama barang bukti telah diamankan untuk proses lebih lanjut.
Aparat juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindakan lain yang berpotensi mengganggu keamanan.
Profil Wilayah TKP
Desa Popodu merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Secara geografis, desa ini berada di bagian timur kawasan perkotaan Gorontalo dan termasuk dalam wilayah penyangga (hinterland) ibu kota provinsi.
Posisinya relatif strategis karena berada tidak jauh dari jalur penghubung utama antara Kota Gorontalo dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango.
Akses menuju desa ini umumnya melalui ruas jalan darat yang terhubung dengan koridor Tapa–Kabila, yang menjadi salah satu jalur mobilitas penting masyarakat.
Secara kewilayahan, Desa Popodu berdekatan dengan beberapa desa lain di Kecamatan Bulango Timur, seperti Toluwaya dan Bulotalangi, yang sama-sama berkembang sebagai kawasan permukiman aktif.
Hal ini memperkuat posisi Popodu sebagai bagian dari jaringan hunian yang cukup padat dan hidup di wilayah Bone Bolango.
Titik lokasi yang dimaksud berada di area permukiman yang aktif secara sosial, dengan jaringan jalan lingkungan yang terhubung ke pusat-pusat aktivitas warga di sekitar Tapa.
Tidak jauh dari lokasi terdapat Pasar Kamis Tapa yang menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat, serta Lapangan Bola IPPOT Tapa yang kerap dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan sosial.
Selain itu, kawasan ini juga berada dalam jangkauan fasilitas publik utama.
Di bagian timur terdapat Polsek Tapa, serta fasilitas pendidikan seperti SMA Negeri 1 Tapa dan layanan kesehatan Puskesmas Bulango Timur.
Sementara di sisi barat, akses jalan mengarah ke wilayah Tapa dan terhubung lebih lanjut ke Kota Gorontalo.
Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah titik lokal lain seperti Tugu Bundaran Gobel dan kawasan Objek Wisata Air Toino di Desa Huluduotamo, yang menunjukkan adanya konektivitas dengan area publik dan rekreasi.
Secara umum, Desa Popodu bukan merupakan wilayah terpencil, melainkan kawasan permukiman yang terintegrasi dengan pusat aktivitas ekonomi, layanan publik, serta jaringan transportasi darat.
Lokasinya juga masih dalam jangkauan perjalanan dari pusat pemerintahan Kabupaten Bone Bolango di Suwawa maupun Kota Gorontalo, sehingga mendukung mobilitas masyarakat dalam berbagai aktivitas pemerintahan, sosial, dan ekonomi. (*)