Dwintha Cucu Mpok Nori Tewas Mengenaskan, Pelaku Suaminya Sendiri
deni setiawan March 22, 2026 08:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Cucu seniman legendaris Mpok Nori tewas mengenaskan di rumah kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Dwintha Anggary dibunuh oleh suaminya sendiri berinisial FD.

Kasus pembunuhan tersebut pun kini sedang ditangani pihak kepolisian.

Pihak keluarga berharap pelaku memperoleh hukuman setimpal dengan perbuatannya.

Baca juga: Genteng Berserakan, 5 Terluka: Ini Kronologi Rumah di Purworejo Hancur Akibat Ledakan Petasan

• Wali Kota Pekalongan Aaf Tegaskan Petasan Bukan Tradisi Aman

Rekaman CCTV mengungkap gerak-gerik RFTJ alias FD (49) sesaat sebelum membunuh istrinya, Dwintha Anggary (37) pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. 

Tersangka terlihat mondar-mandir di sekitar kontrakan korban di Jalan Daman I, Cipayung, Jakarta Timur.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40) menyebut pelaku sengaja memantau situasi sebelum melancarkan aksi tragis terhadap cucu seniman legendaris Mpok Nori tersebut.

“Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor. Setelah pukul 00.00, dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, dan lakban,” ungkap Dian seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (22/3/2026).

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat datang ke lokasi sekira pukul 00.03 dengan membawa senjata tajam.

Beberapa menit kemudian, dia keluar sekira pukul 00.09.

“Pas keluar bajunya sudah beda,” ujar Dian.

Selain itu, pisau yang diduga digunakan untuk menyerang korban sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.

Dian mengungkapkan, sebelum kejadian, warga sekitar sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok pada Kamis (19/3/2026) malam.

Saat ditemukan, korban yang akrab disapa Anggi sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya.

“Kami melihatnya posisinya telentang dan ada luka sayatan di leher dan gumpalan darah di kasur dan lantai,” kata Dian.

Dian menuturkan, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekira pukul 21.30 melalui pesan singkat.

“Setelahnya kami tidak bertemu karena sibuk masing-masing, mau Lebaran,” ucap dia.

Baca juga: Hangatnya Idulfitri Pemain PSIS Semarang, Foto Keluarga Curi Perhatian

• Meriahkan Lebaran, Festival Balon Udara Wonosobo Dimulai, Ini Jadwal dan Lokasinya

Dia menyebut sempat melewati rumah korban keesokan harinya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup. 

Dian juga menduga korban sering dipantau oleh pelaku sebelum kejadian.

“Terakhir itu saya mau ke pasar pada Kamis (19/3/2026), papasan sama saudara saya (Dwintha)."

"Ternyata dia (pelaku), ada di belakang,” ujar dia.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

“Pelaku hukum seadil-adilnya, seberat mungkin. Tapi kami ikuti prosedur dari kepolisian saja,” kata Dian.

Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya.

Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah tewas bersimbah darah.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Edi Handoko mengatakan, pihak kepolisian sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka FD yang terdeteksi berada di kawasan Puncak, Bogor seusai kejadian.

“Diduga tujuannya melarikan diri. FD statusnya masih WNA. Bahasa Indonesia pun belum lancar,” ungkap Edi.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh. (*)

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.