Miris! Lantai 3 Gedung Pasar Mardika Dibanjiri Hujan, Akibat Bocor Sehingga Ditutupi Pedagang
Mesya Marasabessy March 22, 2026 09:44 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di lantai tiga gedung pasar Mardika, Kota Ambon, Maluku. 

Area yang terdampak seperti, kantor keamanan, toilet, los pedagang dan sebagian lantai tiga. 

Pasalnya lantai tiga yang seharusnya menjadi tempat dagang perbajuan ini sering mengalami kebanjiran, terutama bagian kiri gedung. 

Pedagang di lantai gedung ini sebanyak 394 meja, sementara sisanya 151 meja berada di lantai.

Pantuan TribunAmbon.com, Minggu (22/3/2026), terlihat lokasi kebanjiran berada di depan kantor Reserse Polda Maluku atau bagian keamanan gedung. 

Baca juga: Produksi Puluhan Anak Panah Wayer tuk Tawuran di Malra: 2 Pemuda Ditangkap Polisi

Baca juga: Dendam Lama Berujung Pembacokan di Ohoibun Malra, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara

Kondisi air tergenang tanpa jalan keluar yang memadai membuat intensitas air meningkat meskipun. 

Kondisi diperburuk apabila terjadi cuaca hujan. 

Terlihat jalan masuk ke gedung yang terkena banjir itu ditutup menggunakan pintu besi dan di blokir dengan dua meja kayu berukuran besar. 

Kondisi kebanjiran ini membuat resah para pedagang, hingga mereka harus mengambil langka inisiatif sendiri. 

Sebagian pedagang yang mengalami dampak langsung, mereka melakukan pemblokiran pada area tersebut, untuk menghindari banjir. 

Salah seorang pedagang, Ma Mimi (53), yang mengalami dampak langsung, mengeluhkan kondisi itu. 

Dikatakannya dalam setahun terakhir, dirinya mengalami dampak tiga kali banjir. 

Sehingga pedagang harus membuat tempat yang lebih tinggi guna mencegah basah pada dagangan mereka. 

"Iya bocor dari lantai atas, itu kita pedagang yang tutup, karena kalau banjir kita disini termasuk saya juga kena, makanya kita buat tempat gantungan baju yang tinggi," ujarnya saat di temui Tribun Ambon.com.

Dirinya juga mengeluhkan, hingga saat ini belum ada penanganan yang serius dari pengelola. 

Ia menduga, kondisi ini tidak menjadi perhatian karena sebagian pedagang belum membayar pajak jualan. 

"Belum ada penanganan, kayanya karena kita sebagian pedagang belum membayar pajak," lirihnya dengan wajah sedih. 

Namun, menurutnya gedung pasar merupakan aset pemerintah, sehingga merawat dan menjaga menjadi tanggung jawab pengelola. 

Kondisi ini kembali menjadi pertanyaan tentang fasilitas dan kenyamanan yang dirasakan oleh pedagang dan masyarakat. 

Sebagai Informasi, gedung yang dibangun dengan anggaran senilai lebih dari Rp. 134 Miliar itu telah rampung dengan sejumlah fasilitas modern sebagai pendukungnya.

Mulai dari eskalator, lift, ruangan menyusui, ruangan serbaguna, toilet, dan mushola tersedia di gedung seluas 20.750 meter persegi itu.

Ada 16 buah toilet yang diterbagi 4 buah di setiap lantai.

Selain itu, tersedia juga 4 buah toilet untuk Disabilitas.

Fasilitas yang tersedia, tentunya menjadi kemegahan gedung di pusat Kota Ambon dan Maluku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.