Kolesterol Naik setelah Lebaran, Apakah karena Pola Makan yang Berubah?
Ahmad Nur Rosikin March 23, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Kolesterol ada kecenderungan mudah naik setelah Ramadhan, ini karena ada pengaruh faktor pola makan ya?

Setelah 30 hari mengontrol pola makan lewat puasa, tiba-tiba banyak makanan dan sajian khas yang banyak dikonsumsi.”

(Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam arsip Healthy Talk ‘Cegah Kolesterol Naik Saat Lebaran’ pada Jumat, 21/4/2023)

Jawaban Ahli Gizi RS Nirmala Suri Sukoharjo, R. Radyan Yaminar, S.Gz, dalam kutipan langsung:

“Iya.

Jadi naik dan turunnya kolesterol itu tergantung dari tiap individu.

Dan kalau misalkan individu tersebut atau sahabat Tribun sendiri ada beberapa penyakit tertentu yang mengakibatkan kadar kolesterolnya lebih tinggi, walaupun dikasih puasa, walaupun makan biasa tetap tinggi, itu berarti memang bukan pengaruh dari puasanya, tapi pengaruh dari banyak riwayat penyakit dahulunya.

Tapi memang secara keseluruhan, waktu puasa memang agak menurun, nanti kalau untuk lebaran agak meningkat. Ya wajar.

Karena kan memang sudah kembali seperti semula ya."

Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Sekilas tentang kolesterol

Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh.

Kolesterol sendiri memiliki peran positif bagi kesehatan, salah satunya adalah membantu proses konversi sinar matahari menjadi vitamin D di dalam tubuh.

Tanpa kolesterol, proses metabolisme penting ini tidak dapat berjalan.

Kolesterol yang beredar dalam darah terbagi menjadi dua jenis utama.

LDL atau low-density lipoprotein sering disebut sebagai lemak jahat karena dapat menumpuk di pembuluh darah.

Kolesterol inilah yang dapat berbahaya jika kadarnya melebihi batas normal.

Sebaliknya, HDL atau high-density lipoprotein dikenal sebagai lemak baik karena berfungsi menangkap kelebihan kolesterol dan membawanya ke hati untuk diproses dan dibuang.

Selain itu, terdapat trigliserida yang merupakan lemak yang disimpan sebagai cadangan energi dalam tubuh.

Sumber makanan juga memengaruhi kadar kolesterol seseorang.

Makanan yang mengandung lemak baik dan dapat meningkatkan HDL antara lain biji-bijian seperti kuaci, minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, serta berbagai jenis ikan seperti salmon, gabus, kakap, dan gurame.

Baca juga: 4 Tips Pola Makan agar Kadar Gula Darah Tetap Aman Saat Lebaran Idul Fitri 1446 H

Dampak kolesterol tinggi

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah dapat membahayakan kesehatan.

Penumpukan kolesterol menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak lancar dan tekanan darah meningkat.

Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai organ, termasuk ginjal dan sistem endokrin.

Penting untuk dipahami bahwa kolesterol diproduksi secara alami oleh hati setiap hari, bukan hanya berasal dari makanan.

Jika kadar kolesterol sudah tinggi, langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan medis ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.