TRIBUNNEWS.COM - MotoGP Brasil 2026 resmi menjadi saksi lahirnya legenda baru dalam buku sejarah MotoGP, Senin (23/3/2026) dini hari WIB.
Marco Bezzecchi, selaku jagoan Aprilia Racing, baru saja mengukir pencapaian fenomenal dengan menyabet kemenangan keempatnya secara berturut-turut.
Hasil manis di MotoGP Brasil 2026 ini melengkapi rangkaian dominasi murid Valentino Rossi yang dimulai sejak penghujung musim 2025 lalu.
Dengan podium tertinggi di Brasil, pembalap asal Italia ini resmi menjadi pembalap kelima dalam sejarah kelas utama yang mampu mencetak empat kemenangan beruntun.
Nama Marco Bezzecchi kini sejajar dengan raksasa balap motor dunia seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan rekan senegaranya, Francesco Bagnaia.
Rentetan kemenangan ini dimulai dari GP Portugal 2025, berlanjut ke seri penutup Valencia 2025.
Kemudian dilanjurkan dengan dominasi di seri pembuka Thailand 2026, dan puncaknya di Brasil 2026.
Konsistensi luar biasa ini membuktikan bahwa kombinasi Bezzecchi dan Aprilia RS-GP kini menjadi paket paling mematikan di lintasan.
Performa menjanjikan Bezzecchi sejak Aprilia mulai moncer di pertengahan musim 2025 hingga dua seri awal 2026 ini mendapat sorotan tajam.
Ulasan Motosan menyebut Bezzecchi bertransformasi menjadi ancaman nyata bagi dominasi Ducati.
Media ini juga menuliskan bahwa adaptasi Bezzecchi dengan karakter mesin V4 Aprilia adalah yang tercepat dibandingkan pembalap lain.
Sorotan lainnya sebagaimana mengutip Motorsport, menekankan pada aspek teknis RS-GP yang kian stabil.
Baca juga: Marco Bezzecchi-Jorge Martin Ulangi Capaian Aprilia di Catalunya 2023 saat MotoGP Brasil 2026
Mereka menyebut performa Bezzecchi di Brasil sebagai masterclass dalam manajemen ban di trek baru yang minim cengkeraman.
Pujian setinggi langit diberikan kepada sang andalan dari Italia, Bezzecchi oleh GPone.
Media Italia tersebut menilai Bezzecchi telah menemukan kenyamanan total yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Aleix Espargaro di atas motor Noale.
Soal ketajaman Bezzecchi, The Race telah menganalisis Bezzecchi sejak pertengahan 2025.
Disebutkan bahwa gebrakan rekan senegara Pecco Bagnaia menyalakan sinyal pergeseran kekuasaan di MotoGP.
Mereka menyebut Bezzecchi sebagai rider yang paling memahami limit motor tanpa sering terjatuh.
Selain karena faktor teknis dan statistik, Crash mengulik sisi psikologis Bezzecchi yang kian matang.
Media tersebut mencatat bahwa kepercayaan diri yang tumbuh sejak kemenangan di Portugal 2025 telah mengubahnya menjadi pembalap yang sulit ditaklukkan.
Tangguhnya pembalap bernomor #72 ini ditegaskan bakal unggul meski harus terlibat dalam duel satu lawan satu.
Keberhasilan Marco Bezzecchi menyapu bersih dua seri awal musim 2026 menempatkannya sebagai favorit utama peraih gelar juara dunia.
Dengan motor Aprilia yang kian kompetitif di berbagai karakter sirkuit, tantangan bagi para rival seperti Marc Marquez dan Pecco Bagnaia akan semakin berat.
The Beast dari Rimini ini telah membuktikan bahwa kemenangan bukan lagi sekadar keberuntungan.
Akan tetapi hasil ini didapat dari kerja keras dan sinergi sempurna dengan tim mekanik di Noale.
Pertanyaannya kini, mampukah ia memperpanjang rekor ini menjadi lima kemenangan beruntun di seri berikutnya?
(Tribunnews.com/Niken)