Sosok Veda Ega Pratama, Julukan Baru O’Vedinha dan The Young Lion Banggakan Indonesia di Moto3
Sri Juliati March 23, 2026 11:38 AM

TRIBUNNEWS.COM — Nama Veda Ega Pratama kini menjadi sorotan dunia setelah mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Moto3 2026 di Brasil.

Pembalap muda asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu sukses finis di posisi ketiga dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Goiania, sekaligus membuka lembaran baru bagi Indonesia di pentas Grand Prix.

Di balik performa impresifnya, Veda juga mencuri perhatian lewat julukan unik “O’Vedinha” yang melekat pada dirinya saat tampil di Brasil.

Julukan tersebut diperkenalkan oleh timnya, Honda Team Asia, melalui konten media sosial resmi menjelang balapan Moto3 Brasil 2026.

Dalam video tersebut, Veda tampil dengan nuansa khas Brasil dan menyapa penggemar, memperkuat identitasnya sebagai pembalap muda yang mulai dikenal secara global.

Dalam bahasa Portugis, “O’Vedinha” dapat dimaknai sebagai “si kecil” dengan konotasi positif—menggambarkan kelincahan, keberanian, dan kecerdikan Veda di lintasan.

Sementara itu, julukan “The Young Lion” muncul dari sorotan media dan komunitas balap yang melihat gaya balap Veda agresif, berani, dan tidak gentar menghadapi pembalap yang lebih senior.

Julukan ini merepresentasikan karakter Veda sebagai talenta muda dengan mental juara yang mulai diperhitungkan di level dunia.

Perjalanan Karier

Veda Ega Pratama lahir pada 23 November 2008 dan mulai mengenal dunia balap sejak usia dini.

Baca juga: Hasil Moto3 Brasil 2026: Drama Red Flag setelah Almansa Crash, Veda Pratama Podium 3

Bakatnya berkembang pesat melalui jalur pembinaan yang terstruktur, mulai dari kejuaraan nasional hingga kompetisi internasional.

Kariernya melesat setelah:

  • Menjadi juara Asia Talent Cup
  • Tampil impresif di Red Bull MotoGP Rookies Cup
  • Mendapat kesempatan debut di Moto3 bersama Honda Team Asia pada 2026

Prestasi di level junior membuatnya dipercaya naik ke kejuaraan dunia di usia yang masih sangat muda.

Sejak debutnya di Moto3 2026, Veda langsung menunjukkan performa menjanjikan.

Ia mampu bersaing di barisan depan sebagai rookie, bahkan beberapa kali mencatatkan waktu kompetitif di sesi kualifikasi.

Puncaknya terjadi di Moto3 Brasil 2026, saat ia finis di posisi ketiga dan mengamankan podium—sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia di ajang Grand Prix.

Hasil ini tidak hanya mengejutkan banyak pihak, tetapi juga menempatkan Veda sebagai salah satu rising star di kelas Moto3.

Keberhasilan Veda langsung menjadi perbincangan luas, baik di media internasional maupun media sosial.

Namanya trending di berbagai platform seperti Instagram dan X (Twitter), dengan banyak penggemar menyebutnya sebagai harapan baru Indonesia di dunia balap motor.

Dengan usia yang masih 17 tahun, peluang Veda untuk naik ke kelas Moto2 hingga MotoGP terbuka lebar, terlebih jika konsistensinya terus terjaga sepanjang musim.

Pencapaian Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil 2026 menjadi tonggak penting dalam sejarah motorsport Indonesia.

Dari lintasan kecil di Gunungkidul hingga podium dunia, kisahnya menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.

Julukan “O’Vedinha” kini bukan sekadar identitas, tetapi simbol lahirnya bintang baru Indonesia di panggung balap dunia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.