TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pebalap muda asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah membanggakan di ajang Moto3 2026 seri Brasil, Minggu (22/3/2026), dengan finis di posisi ketiga.
Keberhasilan ini terasa semakin emosional bagi sang ayah, Sudarmono, yang mengaku tak menyangka putranya mampu meraih podium pada musim perdananya.
“Iya, alhamdulillah ya, sangat bangga. Nggak menyangka bisa podium sampai nomor tiga. Karena memang target tahun ini Veda itu untuk belajar,” ujar Sudarmono saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (23/3/2026).
Podium tersebut menjadi momen bersejarah karena Veda menjadi pebalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Grand Prix Moto3.
Dalam balapan itu, Veda sempat mengalami kesulitan. Ia memulai dari posisi keempat, namun sempat merosot hingga posisi kesepuluh sebelum akhirnya bangkit usai red flag pada lap ke-14.
Balapan yang dilanjutkan dengan lima lap tersisa menjadi titik balik. Veda tampil agresif dengan ban baru dan sukses menyalip tujuh pebalap untuk mengamankan posisi ketiga.
Menurut Sudarmono, momen tersebut benar-benar di luar perkiraan keluarga.
“Tadinya sih nggak berharap untuk podium. Tapi setelah diulang tinggal lima lap, dia bisa memaksimalkan. Dari posisi 10 bisa naik ke posisi 3, itu luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum red flag, Veda sebenarnya sudah menyiapkan strategi dengan menghemat ban untuk menyerang di akhir balapan.
“Sebelum red flag itu dia memang mengawetkan ban untuk bertarung di lap-lap akhir. Tapi ternyata diulang lagi balapannya, dan dia bisa memanfaatkan momen itu dengan sangat baik,” jelasnya.
Lebih dari sekadar hasil, Sudarmono menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level dunia.
“Selama ini kan belum ada yang podium di MotoGP, Moto2, atau Moto3. Dan Veda bisa membuktikan ternyata bisa. Saya bangga, ini luar biasa perjuangannya,” tegasnya.
Podium pertama dalam balapan tersebut diraih pebalap Spanyol, Maximo Quiles, disusul Marco Morelli asal Argentina di posisi kedua.
Bagi Sudarmono, pencapaian ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi harapan baru bagi dunia balap Indonesia di kancah internasional.