Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Viral di media sosial video amatir warga merekam dua orang terduga pelaku maling motor terkapar babak belur tak sadarkan diri karena aksinya kepergok lalu dihajar warga beramai-ramai di Jalan Ngagel Rejo Kidul, Wonokromo, Surabaya, pada Minggu (22/3/2026) malam.
Berdasarkan video amatir yang diunggah akun sebuah akun Instagram, keduanya terkapar tergeletak dalam posisi berjajar di teras sebuah warung makan.
Salah satu pelaku tampak memakai jaket sweater warna merah, bercelana panjang warna cokelat, dan bersneaker warna hitam-putih.
Sedangkan, seorang pelaku lainnya yang terkapar dengan kondisi wajah berdarah tampak memakai jaket warna hitam yang sudah terlepas dari badannya.
Baca juga: Komplotan Maling Motor Lintas Kabupaten-Kota Ditangkap Polsek Sawahan, Pernah Nyolong di Surabaya
Ia juga memakai celana pendek warna hitam, dan bersandal jepit.
Mereka tergeletak dengan posisi terlentang lalu dikerumuni puluhan orang warga dan pengendara yang kebetulan melintas.
Tak lama kemudian, datang sebuah mobil ambulan medis ke lokasi. Beberapa petugas medis turun untuk memberikan penanganan pertama.
Setelah dipastikan masih tersadar. Kedua sosok terduga pelaku itu, dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Menurut Kapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya Kompol Eko Aprianto, pihaknya mengedepankan langkah kemanusiaan lebih dahulu dalam menangan laporan masyarakat atas kejadian tersebut.
Kedua terduga pelaku berinisial FYP dan WH asal Surabaya dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani perawatan medis. Mereka, masih dirawat di sana, hingga Senin (23/3/2026) siang.
Sehingga, Eko belum dapat menginterogasi kedua terduga pelaku mengenai rekam jejak aksi kejahatannya.
"Dibawa ke RS Bhayangkara. Belum bisa dimintai keterangan (rekam jejak kejahatannya)," ujarnya, saat dihubungi TribunJatim.com, pada Senin (23/3/2026).
Eko menerangkan, kedua terduga pelaku berusaha mencuri motor Honda Beat bernopol L-2085-ABQ milik salah satu pengunjung warung makan, sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, korban bersama beberapa anggota keluarganya berada di dalam warung untuk makan. Lalu, mendengar teriakan warga di luar warung yang menyita perhatiannya.
Tatkala korban keluar warung, ternyata korban melihat motornya didorong oleh si terduga pelaku berjaket hitam menyusuri jalanan tersebut.
Saat dipergoki korban dan warga lainnya, si terduga pelaku itu sontak kabur berlarian menyusuri jalan menuju ke arah timur.
Pelarian tersebut, juga diikuti oleh si terduga pelaku lain yang berjaket merah. Ternyata, sosok tersebut bertindak sebagai joki motor sarana aksi.
Namun, sebelum pelariannya jauh, mereka terlebih dahulu berhasil disergap dan dihajar warga beramai-ramai.
"Korban melihat motor miliknya dan melihat bahwa lubang kunci maupun stang setir motor dalam kedaan rusak," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Satreskrim Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kasus pencurian motor (curanmor) sepanjang tahun 2025, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, pada Rabu (31/12/2025).
Jumlah kasusnya, tercatat sekitar 600 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat. Sedangkan, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap sejumlah 472 orang.
Polrestabes Surabaya senantiasa terus berkomitmen menindaklanjuti dan menyelidiki setiap laporan yang dunia oleh masyarakat. Terutama kasus curanmor.
Bahkan, Polrestabes Surabaya juga memastikan motor hasil curian para pelaku yang berhasil ditemukan dalam sebuah penyelidikan kasusnya, bakal diserahkan secara gratis kepada para korban.
Nah guna melancarkan program pelayanan pengembalian motor hasil curanmor, Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 1.050 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor.
Agenda 'Bazar Ranmor' tersebut telah berlangsung selama dua sesi di Mapolrestabes Surabaya. Sesi pertama, pada Tanggal 21 hingga 23 Januari 2026, setelah itu dilanjutkan sesi kedua pada Tanggal 26 hingga 30 Januari 2026.
Bazar tersebut menjadi ruang untuk memfasilitasi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya agar dapat mengambil kembali tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Masyarakat cukup datang ke Mapolrestabes Surabaya dengan membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang, masyarakat bisa memeriksa dan mengambil motor secara langsung
Selama berlangsungnya bazar tersebut, sudah ada puluhan unit motor hasil pengungkapan kasus pencurian yang telah diserahkan kepada pemiliknya.
Kendati bazar pengembalian motor sudah rampung dilaksanakan, masyarakat masih bisa mengakses informasi mengenai ketersediaan motor temuan hasil penyelidikan tersebut dengan mendatangi ke SPKT Mapolrestabes Surabaya.