TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Palopo pada Senin (23/3/2026), dalam momentum Idulfitri.
Momen tahunan ini menjadi kesempatan berharga bagi warga binaan untuk kembali bertemu keluarga setelah sekian lama terpisah.
Sejak pagi, area kunjungan mulai dipadati keluarga warga binaan yang datang dari berbagai daerah.
Mereka rela mengantre demi melepas rindu dengan orang tua, pasangan, hingga anak yang tengah menjalani masa pidana.
Tangis bahagia pun pecah saat pelukan akhirnya terwujud setelah lama terpisah.
“Semua orang kalau dapat besukan pasti bahagia. Momen pertemuan ini sangat penting, apalagi hanya terjadi setahun sekali. Saya sangat merindukan kebersamaan bersama keluarga,” kata salah seorang warga binaan, Cakra sembari tersenyum.
Momentum Lebaran dimanfaatkan warga binaan untuk mempererat kembali ikatan keluarga yang sempat terputus.
Sejumlah pengunjung juga terlihat membawa makanan dari rumah sebagai bentuk kasih sayang, lalu disantap bersama dalam suasana hangat.
Pihak lapas memberikan layanan kunjungan terbuka selama tiga hari Lebaran.
Tidak ada pembatasan jumlah pengunjung, namun durasi pertemuan tetap diatur agar seluruh keluarga mendapat kesempatan yang sama.
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan yang humanis, khususnya pada hari besar keagamaan.
“Hari ini kami melaksanakan layanan terbuka selama tiga hari. Kami berharap seluruh pengguna layanan mengikuti tata cara yang telah ditetapkan agar proses kunjungan berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh layanan di lapas diberikan secara gratis tanpa pungutan.
“Kami pastikan semua layanan pemasyarakatan di sini zero pungli, zero biaya. Mulai dari parkir hingga layanan di dalam tidak dipungut biaya,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak lapas juga menerapkan sistem pembagian waktu kunjungan dalam dua sesi.
“Sesi pertama pukul 09.00–11.30 WITA dan sesi kedua pukul 13.30–16.00 WITA. Pada hari pertama Lebaran, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.300 orang,” jelasnya.
Meski memberikan kelonggaran, lapas tetap menerapkan protokol keamanan yang ketat.
Setiap pengunjung diperiksa dan dilarang membawa barang terlarang.
“Khusus selama tiga hari Lebaran, pengunjung diperbolehkan membawa makanan. Namun, untuk kemasan tertentu kami batasi guna memudahkan proses pemeriksaan,” imbuhnya.
Selain layanan tatap muka, lapas juga menyediakan sistem pendaftaran berbasis aplikasi untuk mempermudah pengunjung.
Meski demikian, layanan manual tetap disiapkan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi.
Jose berharap seluruh pengunjung dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran bersama.
“Kami melayani dengan hati dan penuh tanggung jawab. Kami juga meminta dukungan pengunjung agar tidak terjadi penumpukan dan potensi gangguan keamanan,” tutupnya. (*)