TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah ancaman krisis yang kerap membayangi perekonomian global, pemerintah Indonesia menegaskan satu sikap penting: program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat tidak boleh menjadi korban efisiensi anggaran.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dipertahankan, apa pun kondisi yang dihadapi.
Dalam dialog bersama tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Prabowo menolak gagasan bahwa krisis harus direspons dengan menghentikan program strategis seperti MBG.
Baca juga: Indonesia Tolak Bayar Rp 15 Triliun! Prabowo Tegaskan Tak Pernah Janji Uang ke BoP Bentukan Trump
"Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa penghematan bisa dilakukan melalui berbagai sektor lain tanpa harus mengorbankan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Prabowo juga mengungkap bahwa program MBG mendapat perhatian dan apresiasi dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute.
Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang real yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya," imbuh Prabowo.
Dengan nada tegas, Prabowo menyatakan bahwa anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat, bukan hilang akibat praktik korupsi.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," ujar dia.
Pengalaman langsung di lapangan menjadi dasar kuat bagi dirinya untuk mempertahankan program tersebut.
Baca juga: Prabowo Tolak Usul Penghentian MBG saat Ekonomi Sulit: Daripada Dikorupsi, Mending untuk Rakyat
Prabowo menunjukkan keyakinan penuh terhadap arah kebijakan yang diambilnya. Ia bahkan menyatakan kesiapannya mempertaruhkan kepemimpinannya untuk membuktikan keberhasilan program MBG dalam beberapa tahun ke depan.
"Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat. Saya rencana saya di sini," tutur dia.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mundur dalam menjalankan program tersebut.
Prabowo juga menyoroti kondisi di berbagai daerah, terutama di luar Pulau Jawa, di mana program MBG sangat dibutuhkan. Ia menyebut ada anak-anak yang bahkan menyimpan makanan dari program tersebut untuk dimakan kembali di rumah.
Fenomena ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa program tersebut menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat.
Meski tetap berjalan, Prabowo mengakui bahwa pelaksanaan program MBG masih memiliki kekurangan. Namun, pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
"Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan sangat membutuhkan," tutur dia.
Penutupan lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menoleransi pelaksanaan yang tidak sesuai standar.
Baca juga: Prabowo Sindir Gubernur Kaltim yang Beli Mobil Dinas Rp 8 M: Presiden Saja Pakai Maung Rp700 Juta
Bagi pemerintah, MBG bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi masa depan bangsa. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menjaga kualitas generasi muda dianggap jauh lebih penting daripada sekadar menekan angka pengeluaran.
Dengan komitmen ini, pemerintah berusaha memastikan bahwa bahkan dalam kondisi krisis sekalipun, hak dasar masyarakat terutama anak-anak tetap terlindungi.
***
(TribunTrends/Kompas)