Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Museum Radya Pustaka menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Solo yang wajib dikunjungi.
Museum tertua di Indonesia ini menyimpan belasan ribu koleksi bersejarah dan berada di lokasi strategis di pusat kota.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo, rasanya belum lengkap tanpa mampir ke Museum Radya Pustaka.
Selain sarat nilai sejarah, museum ini juga mudah dijangkau dari berbagai titik.
Berdiri sejak 28 Oktober 1890, Museum Radya Pustaka dikenal sebagai salah satu museum tertua di Indonesia.
Tempat ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang menceritakan perjalanan budaya dan peradaban, khususnya di tanah Jawa.
Dengan jumlah koleksi mencapai belasan ribu, pengunjung dapat menemukan berbagai benda bersejarah yang memiliki nilai edukasi tinggi.
Hal ini menjadikan Museum Radya Pustaka sebagai destinasi wisata sekaligus sarana pembelajaran.
Museum Radya Pustaka beralamat di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Nomor 275, tepatnya di sisi timur kompleks Taman Sriwedari Solo.
Lokasinya yang berada di tengah kota membuat museum ini sangat mudah diakses oleh wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota.
Akses menuju Museum Radya Pustaka terbilang sangat praktis. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Bagi pelancong yang datang menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Purwosari, tersedia pilihan transportasi seperti Batik Solo Trans (BST) koridor 1 atau koridor 3 untuk menuju lokasi.
Selain itu, wisatawan juga bisa memilih transportasi yang lebih fleksibel seperti ojek online atau taksi untuk perjalanan langsung ke museum.
Baca juga: Butuh Suasana Tenang di Momen Lebaran yang Ramai? Ini 5 Rekomendasi Wisata Religi di Solo
Dengan koleksi yang lengkap, nilai sejarah tinggi, serta lokasi yang strategis, Museum Radya Pustaka menjadi destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan saat berada di Solo.
Selain menambah wawasan, kunjungan ke museum ini juga menjadi cara menarik untuk mengenal sejarah dan budaya lokal secara lebih dekat.
(*)