TribunGayo.com, NASIONAL - Setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Islam memasuki bulan Syawal, yang membawa kesempatan untuk menambah amal melalui puasa sunnah enam hari.
Baca juga: Kapan Jadwal Puasa Syawal 2026? Jangan Lewatkan Peluang Pahala Berlipat
Ibadah ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana untuk memperpanjang keberkahan Ramadan dan memperoleh pahala yang luar biasa.
Puasa Syawal tidak bisa dilakukan pada hari pertama Syawal karena bertepatan dengan Idul Fitri, hari untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memulai puasa ini sejak tanggal 2 Syawal.
Banyak yang mengira enam hari puasa Syawal harus dijalankan berurutan.
Sebenarnya, menurut pendapat mayoritas ulama, termasuk madzhab Syafii, puasa ini tetap sah jika dilakukan secara terpisah.
Namun, melakukannya berturut-turut sejak awal bulan dianggap lebih utama, karena membantu menjaga konsistensi dan momentum ibadah setelah Ramadan.
Niat adalah bagian penting dari setiap ibadah, termasuk puasa Syawal.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa untuk Kota Banda Aceh dan Sabang Hari Ini Kamis 19 Maret 2026
Niat dapat dilakukan dalam hati, namun dianjurkan juga untuk dilafalkan agar lebih fokus dan mantap dalam beribadah.
Berikut beberapa lafaz niat puasa Syawal:
1. Niat sejak malam hari (untuk puasa berurutan):
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
2. Niat puasa sunnah Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
3. Niat di siang hari (jika belum makan/minum):
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta‘ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Dalam puasa sunnah, niat tidak wajib dilakukan sejak malam hari, selama belum makan dan minum sejak subuh.
Terkait pelaksanaannya, puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berurutan.
Meski dianjurkan dilakukan berturut-turut di awal bulan, pelaksanaannya tetap sah jika dilakukan terpisah atau di akhir bulan.
Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab menjelaskan:
قَالَ أَصْحَابُنَا يُسْتَحَبُّ صَوْمُ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ لِهَذَا الْحَدِيثِ قَالُوا وَيُسْتَحَبّبُّ ان يصومها متتابعة فِي أَوَّلِ شَوَّالٍ فَإِنْ فَرَّقَهَا أَوْ أَخَّرَهَا عن أول شَوَّالٍ جَازَ وَكَانَ فَاعِلًا لِأَصْلِ هَذِهِ السُّنَّةِ لِعُمُومِ الْحَدِيثِ وَإِطْلَاقِهِ وَهَذَا لَا خِلَافَ فِيهِ عِنْدَنَا وَبِهِ قَالَ أَحْمَدُ وداود
“Pengikut madzhab al-Syafi’i memandang sunnah berpuasa enam hari di bulan Syawal karena hadits di atas. Mereka juga berpendapat lebih utama dilakukan berurutan di awal Syawal. Namun, jika dilakukan terpisah atau di akhir bulan tetap diperbolehkan dan dianggap menjalankan sunnah Nabi.” (*)
Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Waktu Shalat Wilayah Bireuen dan Lhokseumawe Kamis 19 Maret 2026