TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana haru dan hangat menyelimuti Lapas Kelas IIA Gorontalo pada Senin (23/03/2026).
Memasuki hari terakhir layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan keluarga datang untuk melepas rindu dengan warga binaan.
Sejak pagi, area kunjungan telah dipadati pengunjung. Karpet merah dibentangkan memanjang di aula, menjadi tempat warga binaan dan keluarga duduk berhadapan.
Isak tangis dan tawa pecah saat mereka saling bercengkerama dan berpelukan hangat. Anak-anak pun tampak berlarian kecil di sela kerumunan, sesekali mendekat untuk bermanja pada orang tua mereka.
Di beberapa sudut, keluarga duduk melingkar sambil menyantap bekal dari rumah. Botol air mineral, nasi, dan lauk sederhana tersaji di atas karpet, menambah kehangatan suasana kebersamaan di hari kemenangan.
Koordinator Layanan Kunjungan Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sabaruddin, menyampaikan bahwa layanan khusus Lebaran ini dibuka selama tiga hari.
“Untuk Hari Raya Idulfitri, kami membuka layanan kunjungan selama tiga hari, dan hari ini adalah puncaknya sekaligus hari terakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme kunjungan tetap mengacu pada prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku. Setiap pengunjung wajib membawa kartu identitas, berpakaian rapi, serta dilarang keras membawa barang terlarang seperti senjata api, narkotika, ponsel, maupun benda berbahaya lainnya.
Mengingat jumlah warga binaan yang mencapai 578 orang, pihak Lapas membatasi jumlah pengunjung maksimal lima orang per warga binaan dengan durasi pertemuan hanya 15 menit.
“Waktu dibatasi maksimal 15 menit agar semua warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu keluarga,” jelas Sabaruddin.
Meski singkat, momen tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin. Terlihat beberapa keluarga saling menggenggam tangan erat dan berbicara lirih di tengah suasana penuh haru. Pihak Lapas juga memperbolehkan keluarga membawa makanan siap saji, namun pemeriksaan ketat tetap dilakukan.
Guna mengobati kerinduan, pihak Lapas menyediakan fasilitas photo booth sederhana.
Menariknya, beberapa warga binaan turut membantu mengabadikan gambar keluarga lain yang sedang berkunjung. Fasilitas ini menjadi cara penting bagi keluarga untuk menyimpan kenangan pertemuan di tengah keterbatasan ruang dan waktu.
Baca juga: Lebaran Bikin Kantong Kering? Terapkan Pola 50-30-20 untuk Pulihkan Keuangan
Berdasarkan data kunjungan:
- Hari Pertama: 230 warga binaan dikunjungi oleh 515 orang.
- Hari Kedua: 198 warga binaan dikunjungi oleh 441 orang.
- Hari Ketiga: Masih dalam proses pendataan (prediksi tetap tinggi).
Tepat pukul 12.00 Wita, layanan kunjungan resmi ditutup. Suasana yang tadinya penuh tawa seketika berubah menjadi momen perpisahan yang menyesakkan dada. Isak tangis pecah saat petugas mulai mengarahkan keluarga untuk meninggalkan area.
Seorang ibu tampak memeluk anaknya cukup lama seolah tak ingin melepas, sementara seorang ayah menggenggam tangan anggota keluarganya dengan tatapan sendu. Anak-anak pun terlihat enggan beranjak, menarik-narik baju orang tua mereka yang harus kembali ke balik jeruji.
Satu per satu langkah kaki menjauh, meninggalkan warga binaan yang harus kembali ke blok masing-masing. Di balik jeruji dan aturan yang ketat, pertemuan singkat ini telah mengobati rindu dan menitipkan doa yang dipanjatkan dalam diam. (*)