Ulasan Media Italia Soal Veda Ega Pratama Usai Podium 3 Moto3 di GP Brasil 2026, Beda Pembalap Asia
Murhan March 23, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Media Italia ikut membahas pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama yang baru meraih podium 3 di Moto3 pada MotoGP Brasil 2026.

Torehan Veda Ega Pratama pada Moto3 musim ini tidak hanya mengundang decak kagum di dalam negeri tetapi juga hingga disorot media internasional.

Dia melanjutkan sensasinya dengan finis ketiga pada balapan seri kedua Moto3 Brasil pada Minggu (22/3/2026) di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil.

Walau sempat kesulitan hingga balapan dihentikan karena bendera merah, rider berusia 17 tahun dari Honda Team Asia itu tampil dengan cepat setelah restart.

Memulai dari posisi ke-10 dan hanya punya waktu lima lap, Veda justru berhasil merangsek ke depan sampai merebut posisi ketiga pada lap terakhir.

Baca juga: Fakta Veda Ega Pratama di Moto3 GP Brasil 2026: Tak Ikut Pesta Sampanye Podium, 3 Besar di Klasemen

Veda pun mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium pada balapan Grand Prix motor.

Sebelum dia, raihan terbaik rider Tanah Air adalah posisi ke-9 yang dibukukan Mario Suryo Aji pada balapan Moto2 Americas musim lalu.

Performa Veda pun mendapat paragraf khusus dari Eurosport Italia dalam laporan balapan Moto3 Brasil mereka.

"Melengkapi podium adalah sang rookie Veda Pratama, kejutan sebenarnya pada awal musim ini," tulis Eurosport Italia.

"Ini adalah posisi tiga besar pertamanya dalam karier, dan dia sangat pantas."

"Awalnya dia terlihat seperti dongeng pembalap Asia lainnya, tetapi dia sungguh punya talenta: dia sangat cepat dan agresif, dan tidak takut dengan siapapun."

Veda sendiri telah menunjukkan keberaniannya untuk bertarung sejak belia, termasuk dalam ajang-ajang Road to MotoGP.

Veda mencetak podium Asia Talent Cup saat usianya baru 13 tahun. Tubuhnya saat itu bahkan masih terlihat mungil di atas motor prototipe Honda NSF250R.

Pun saat pertama kalinya balapan di Eropa pada Red Bull Rookies Cup musim 2024, Veda sudah mencoba merangsek ke posisi kedua dalam debutnya walau akhirnya gagal finis.

Semangat yang sama ditunjukkannya dalam dua balapan pertamanya musim ini. Veda tak gentar bertarung dengan rider-rider yang lebih berpengalaman.

Salah satunya adalah Alvaro Carpe, salah satu wonderkid Negeri Matador karena prestasi juara Rookies Cup dan JuniorGP (sekarang Moto3 Junior) dua tahun yang lalu.

Pada lap terakhir Veda sukses menyalip rider Red Bull KTM Ajo itu dengan manuver block pass untuk posisi ketiga dan di bagian tersulit dari Sirkuit Goiania, yaitu Tikungan 4.

Satu hal lainnya yang membedakan Veda dari pembalap Asia pada umumnya adalah dirinya mendapatkan kursi di Moto3 karena prestasinya.

Pencapaian sebagai runner-up kejuaraan Rookies Cup membuat Veda bisa tampil di Moto3 saat usianya baru 17 tahun, setahun lebih cepat dari batas usia minimal.

Hak khusus ini hanya diberikan terhadap tiga besar klasemen akhir Rookies Cup dan JuniorGP/Moto3 Junior, dua terakhir dalam Road to MotoGP.

Kini mencapai puncak yang baru dalam karier, Veda diliputi kebahagiaan besar. Dia mengaku berteriak dengan keras saat melewati garis finis dalam balapan kemarin.

Meski begitu, kerendahan hati tetap ditunjukkannya.

Dia ingin pembalap-pembalap Indonesia bisa melakukan hal yang sama, mematahkan stereotip pembalap Asia kalau menghubungkannya dengan pujian dari Eurosport Italia.

"Saya tidak tahu, tentunya sangat senang," ucap Veda kepada MotoGP ketika ditanya bagaimana dia menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium.

"Saya harap saya bisa, maaf, bukan, bukan, ... akan ada lebih banyak pembalap Indonesia yang mendapatkan podium di Grand Prix ini."

Komentar Veda Ega Pratama

Veda Ega Pratama mencetak sejarah besar di ajang Moto3 setelah finis di posisi ketiga pada Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania pada Minggu (22/3/2026).

Finis di posisi ketiga membuat Veda Pratama menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Moto3.

Menariknya, catatan itu dibuat hanya dalam dua ajang balapan Moto3, setelah sebelumnya di GP Thailand finis di P5.

Prestasi Veda Pratama bisa dikatakan luar biasa mengingat ia merupakan pembalap baru di Moto3 setelah di tahun lalu menjadi runner up di Red Bull Rookies Cup 2025.

Dalam balapan yang berlangsung dramatis di Goiania, pembalap asal Gunungkidul ini tampil impresif sejak restart setelah red flag.  

Veda mampu memanfaatkan momentum dengan baik di sisa lima lap terakhir dan akhirnya mengunci posisi tiga besar.

Pembalap berusia 17 tahun itu tak hanya mencuri perhatian lewat performanya di lintasan, tetapi juga lewat komentar jujur dan penuh emosi usai balapan.

Pembalap besutan Honda Team Asia ini pun tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya.

"Syukur alhamdulillah, tentunya saya sangat bangga dan juga senang karena di balapan kedua di GP ini saya bisa mendapatkan posisi ketiga," ujar Veda dalam wawancara bersama MotoGP.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari dukungan masyarakat Indonesia.

"Tanpa kalian semua yang mendukung dari Indonesia, saya tidak akan bisa sampai di sini. Terima kasih banyak yang sudah mensupport dan mendukung saya," kata Veda.

Balapan Moto3 Brasil memang berlangsung penuh drama. Insiden yang melibatkan beberapa pembalap di tikungan empat memicu red flag.

Setelah dihentikan di lap ke-14, balapan semula masih ada 10 lap lagi, namun race director memangkas dengan hanya ada lima lap terakhir tersisa.

Sebelum balapan dihentikan, Veda mengaku mengalami kesulitan, terutama dalam mengatur kondisi ban di trek yang menuntut grip tinggi.

"Sebelum red flag saya sedikit kesulitan dalam memanage ban saya. Tapi setelah red flag saya punya ban baru, jadi saya mencoba push di setiap lap," jelasnya.

Keputusan untuk langsung tampil agresif setelah restart menjadi kunci. Dengan waktu yang singkat, Veda tak punya pilihan selain menggeber sejak awal.

"Karena hanya tersisa lima lap, saya mencoba untuk ke depan dan alhamdulillah bisa finis ketiga," kata Veda.

Strategi tersebut terbukti tepat. Veda mampu menyalip beberapa rival dan bertahan dari tekanan hingga garis finis.

Kebahagiaan Veda bahkan tak terbendung saat balapan usai. Ia mengaku sempat meluapkan emosinya di atas motor.

"Tadi di trek lurus saya teriak, mungkin tidak terlihat dari TV, tapi saya sangat senang," katanya.

Momen itu menjadi simbol betapa besar arti podium tersebut, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi dunia balap Indonesia.

Hasil di Brasil menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Veda untuk menghadapi seri berikutnya di MotoGP Amerika di Circuit of the Americas atau COTA. 

Ia mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki, namun kini merasa lebih siap bersaing di barisan depan.

"Saya punya confidence karena minggu ini bisa fight di rombongan depan. Saya akan coba perbaiki kesalahan dan tampil lebih baik di GP America," kata dia.

Podium di Brasil bukan sekadar hasil, melainkan titik awal dari potensi besar seorang Veda Pratama di kancah Moto3.

Dengan mental kuat, strategi tepat, dan dukungan besar dari Indonesia, peluang untuk melihatnya kembali naik podium di masa depan terbuka lebar.

(Banjarmasinpost.co.id/Bolasport.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.