Pascabentrok di Mataram, Warga Pagutan Keluhkan Konflik Berulang, Pemkot Serukan Proses Hukum
Laelatunniam March 23, 2026 04:19 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Wilayah Pagutan, Kecamatan Mataram, sempat mencekam menyusul terjadinya kesalahpahaman yang memicu bentrokan antara kelompok pemuda lingkungan Perasak dan Petemon.

Insiden ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai konflik tersebut terus berulang tanpa adanya solusi permanen dari pihak terkait.

Salah seorang warga Karang Buaya, Kelurahan Pagutan Timur, Bustan, mengungkapkan bahwa suasana mulai memanas sejak waktu Maghrib dan baru mereda menjelang tengah malam.

“Kondisi mulai ramai itu dari Maghrib sampai jam 11 lebih, hampir jam 12 malam,” ucap Bustan saat ditemui TribunLombok.com, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, bentrokan antar pemuda di wilayah tersebut seolah menjadi kejadian berulang yang sangat mengganggu ketenangan warga.

Bustan mencatat, konflik yang melibatkan lingkungan Perasak dengan wilayah sekitarnya, seperti Karang Buaya dan Karang Genteng, setidaknya sudah terjadi lima hingga enam kali.

“Harapan saya kepada pemerintah adalah bagaimana membuat suatu kegiatan positif, misalnya gotong royong, supaya para pemuda ini bisa saling bertemu. Kalau sudah saling kenal, potensi konflik bisa diredam,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk segera memanggil orang tua pemuda yang terlibat jika muncul gesekan kecil, agar masalah tidak membesar.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menyatakan bahwa langkah-langkah persuasif telah diambil. Dilaporkan bahwa Wali Kota Mataram bersama Kapolresta Mataram turun langsung ke lokasi untuk meredam emosi massa.

Martawang menekankan agar warga tidak main hakim sendiri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

“Alhamdulillah, semalam Pak Wali dan Pak Kapolresta berada di lapangan untuk menenangkan kedua belah pihak agar sama-sama menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” kata Martawang.

Baca juga: Pascabentrok di Mataram, Satu Peleton Polisi Disiagakan Cegah Aksi Susulan

Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Meski demikian, warga berharap pengamanan dari pihak kepolisian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas tetap diperketat, terutama di area perbatasan perkampungan untuk mencegah aksi susulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.