Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat
TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Pasca hari ketiga Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Maren, Kota Tual, mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp. 120 ribu per kilogram, Senin (23/3/2026).
Kenaikan harga cabai rawit ini diketahui telah terjadi sejak sebelum Lebaran dan terus bertahan hingga saat ini.
Baca juga: Cuaca Buruk Picu Harga Ikan di Ambon Melonjak Tajam, Tembus Rp. 800 Ribu per Ember
Baca juga: Pasca Lebaran, Harga Cabai Rawit di Ambon Melonjak Naik, Tembus Rp. 200 Ribu per Kg
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas jual beli di Pasar Maren belum terlalu ramai, meski sejumlah warga tetap berbelanja kebutuhan pokok.
Salah satu pedagang, Siti Nona (40), mengungkapkan bahwa harga cabai rawit kini naik drastis dari sebelumnya Rp. 50 ribu menjadi Rp. 120 ribu per kilogram.
Menurut Siti, lonjakan harga cabai rawit dipicu oleh terbatasnya pasokan.
Hal ini disebabkan oleh kendala transportasi laut yang selama ini digunakan pedagang untuk mendatangkan barang dari luar daerah.
“Biasanya kami pasok cabai dan kebutuhan pokok menggunakan kapal laut, tapi sekarang sudah sulit karena tidak lagi melayani muatan untuk pedagang,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika mengandalkan cabai lokal hasil panen petani, harga justru bisa lebih tinggi, yakni mencapai Rp. 150 ribu hingga Rp. 200 ribu per kilogram.
Siti juga mengaku sebelumnya menggunakan kapal KM Labobar untuk memasok bahan pokok dari Makassar.
Namun, belakangan muatan tersebut tidak lagi dilayani, meski penyebab pastinya belum diketahui.
Keterbatasan pasokan cabai rawit menjadi tantangan bagi pedagang di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Diharapkan distribusi bahan pokok segera kembali normal agar harga di pasar dapat kembali stabil.
Disisi lain, harga komoditas lain seperti cabai keriting, bawang merah, bawang putih, tomat, dan wortel masih relatif stabil.
Cabai keriting dijual Rp. 60 ribu per kilogram, bawang merah dan putih Rp. 45 ribu per kilogram, tomat Rp. 22 ribu per kilogram, serta wortel Rp. 40 ribu per kilogram. (*)