Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Kabar seorang wisatawan tersengat ubur-ubur di kawasan Pantai Tapak Paderi hingga Pantai Jakat pada hari kedua Lebaran, Minggu (23/3/2026), tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berlibur di pesisir Kota Bengkulu.
Sehari setelah kabar tersebut viral di media sosial, kedua pantai itu tetap dipadati pengunjung.
Pantauan di lokasi pada Senin (23/3/2026) menunjukkan aktivitas wisata berlangsung normal.
Wisatawan tampak berenang, bermain pasir, hingga menikmati kuliner di sepanjang garis pantai tanpa terlihat kekhawatiran berlebih.
Padahal sebelumnya beredar informasi di media sosial bahwa seorang wisatawan mengalami gatal dan sensasi panas pada tubuh setelah diduga tersengat ubur-ubur hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Tidak Terlihat Ubur-ubur di Lokasi
Meski kabar tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, tidak ditemukan keberadaan ubur-ubur di bibir pantai maupun di perairan dangkal saat dilakukan penelusuran langsung.
Air laut tampak relatif tenang dan jernih, sementara para pengunjung masih leluasa bermain air, terutama anak-anak yang didampingi orang tua.
Kondisi ini membuat sebagian wisatawan menilai situasi masih aman untuk berlibur.
"Belum tau kabar itu, hanya saja selama kami bermain di pantai hari ini masih aman-aman saja," ujar Febi salah satu wisatawan.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Tempel Rejo Curup yang Tewaskan Guru SMAN 2 Rejang Lebong
Pedagang: Ubur-ubur Pernah Muncul Sebelumnya
Sejumlah pedagang dan nelayan di kawasan pantai mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian wisatawan tersengat ubur-ubur yang viral tersebut.
Namun mereka membenarkan bahwa ubur-ubur beracun memang pernah muncul di perairan setempat.
Salah seorang pedagang di Pantai Jakat, Suparman, mengatakan kemunculan ubur-ubur bukan hal baru bagi warga pesisir.
“Ubur-ubur di sini memang sebelumnya sudah banyak,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku pernah tersengat saat melaut beberapa waktu lalu.
“Bahkan sebelum Lebaran saya sudah pernah kena waktu menjaring ikan. Kalau kena itu rasanya gatal dan panas,” tambahnya.
Ia bahkan mengaku pernah tersengat saat melaut beberapa waktu lalu.
“Bahkan sebelum Lebaran saya sudah pernah kena waktu menjaring ikan. Kalau kena itu rasanya gatal dan panas,” tambahnya.
Menurutnya, ubur-ubur biasanya muncul pada kondisi tertentu, seperti perubahan arus laut atau musim.
Destinasi Favorit Saat Libur Lebaran
Pantai Tapak Paderi dan Pantai Jakat memang menjadi dua destinasi wisata paling populer di Kota Bengkulu saat libur panjang, termasuk Lebaran.
Lokasinya yang mudah dijangkau serta fasilitas yang cukup lengkap membuat kawasan ini selalu menjadi pilihan utama masyarakat.
Dengan kondisi cuaca yang cerah dan ombak relatif bersahabat, aktivitas wisata bahari diperkirakan masih akan terus meningkat hingga akhir masa libur.
Meski demikian, kewaspadaan terhadap potensi bahaya laut tetap diperlukan agar liburan berlangsung aman dan nyaman.