Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMAN 2 Rejang Lebong setelah salah satu guru honorer mereka meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tempel Rejo.
Di mata sekolah, almarhum dikenal sebagai sosok pendidik yang berdedikasi tinggi, ramah, dan selalu mengutamakan kepentingan siswa.
Sosok guru honorer Bahasa Inggris di SMAN 2 Rejang Lebong, M Haviz Tio Syahfandi (31), meninggal dunia usai terlibat kecelakaan lalu lintas di momen Lebaran Idul Fitri, Minggu (22/3/2026) malam.
Kepala SMAN 2 Rejang Lebong, Pedito Alam, mengatakan korban merupakan guru Bahasa Inggris berstatus honorer.
Menurutnya, korban dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik selama ini.
“Korban orangnya disiplin, bertanggung jawab dengan pekerjaan, dan ramah juga,”sampai Pedito saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (23/3/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa korban telah menikah dan memiliki seorang anak yang masih balita.
Pihak sekolah mengaku terkejut atas kejadian tersebut.
Usai mendapatkan kabar duka, pihak sekolah langsung mendatangi rumah duka hingga mengantarkan korban ke pemakaman.
Diketahui, korban telah mengajar di SMAN 2 Rejang Lebong selama hampir dua tahun.
"Tentu kami sangat terkejut, kami dari pihak sekolah turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,”tuturnya.
Baca juga: Detik-Detik Kecelakaan Maut di Tempel Rejo Tewaskan Guru Honorer SMAN 2 Rejang Lebong
Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Curup–Bengkulu, tepatnya di Kelurahan Tempel Rejo Kecamatan Curup Selatan.
Tabrakan yang melibatkan dua sepeda motor itu menyebabkan korban mengalami luka parah hingga nyawanya tak terselamatkan.
Berdasarkan data yang dihimpun wartawan TribunBengkulu.com, laka maut tersebut terjadi antara sepeda motor Yamaha F1ZR warna biru nomor polisi AG 3701 TV yang dikendarai Pari Suriyadi (22), warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah bertabrakan dengan Yamaha Mio M3 warna hitam nomor polisi BD 5170 YG yang dikendarai korban.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Usai kejadian, Unit Laka Sat Lantas Polres Rejang Lebong langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi serta membuat laporan resmi terkait insiden tersebut.
Selain itu, barang bukti kedua kendaraan yang terlibat laka sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong.
"Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,"sampai Hasan.
Salah satu warga sekitar, Budi, mengaku mendengar suara benturan keras saat kejadian berlangsung.
Ia kemudian keluar rumah dan mendapati korban sudah tergeletak di jalan.
“Suaranya keras, pas saya keluar pengendara sudah terkapar dan mengeluarkan darah,”singkatnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rejang Lebong.
Sementara pengendara Yamaha F1ZR, Pari Suriyadi, mengalami luka pada bagian bibir serta memar di dada dan kepala.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha F1ZR melaju dari arah Kepahiang menuju ke Kota Curup dengan kecepatan tinggi.
Di saat bersamaan, sepeda motor Yamaha Mio M3 yang dikendarai korban datang dari arah kiri dan hendak menyeberang jalan.
Saat kendaraan korban telah masuk ke jalur kanan, pengendara Yamaha F1ZR yang diduga sedang mendahului kendaraan lain juga masuk ke jalur kanan.
Tabrakan pun tidak terhindarkan, dengan benturan mengenai bagian kanan sepeda motor korban.
“Setelah kejadian, kedua pengendara dibawa ke RSUD Rejang Lebong, namun satu orang dinyatakan meninggal dunia saat penanganan medis,”jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyimpulkan kecelakaan diduga dipicu kelalaian pengendara Yamaha F1ZR.
Pengendara diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur kanan saat mendahului kendaraan lain.
“Diduga sementara penyebab laka karena kelalaian pengendara Yamaha F1ZR yang melaju dengan kecepatan tinggi dan masuk ke jalur kanan saat mendahului,”lanjut Hasan.
Usai kejadian, Unit Laka Sat Lantas Polres Rejang Lebong langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi serta membuat laporan resmi terkait insiden tersebut.
Selain itu, barang bukti kedua kendaraan yang terlibat laka sudah diamankan di Mapolres Rejang Lebong.
"Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,"sampai Hasan.
Salah satu warga sekitar, Budi, mengaku mendengar suara benturan keras saat kejadian berlangsung.
Ia kemudian keluar rumah dan mendapati korban sudah tergeletak di jalan.
“Suaranya keras, pas saya keluar pengendara sudah terkapar dan mengeluarkan darah,”singkatnya.