137 Ribu Wisatawan Padati Malioboro, Pemkot Yogyakarta: Libur Lebaran Terkendali
Yoseph Hary W March 23, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Malioboro di Kota Yogyakarta mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Total sebanyak 137.722 orang tercatat memadati kawasan wisata ikonik tersebut dalam kurun lima hari.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menyebut jumlah tersebut merupakan akumulasi kunjungan sejak 18 hingga 22 Maret 2026.

Lima titik masuk Malioboro

“Total pengunjung mencapai 137.722 orang, ini dihitung dari lima titik masuk kawasan Malioboro,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Adapun lima titik penghitungan tersebut meliputi Titik Nol Timur, Titik Nol Barat, kawasan Suryatmajan, BPD Utara, serta depan Hotel D’Jogja. Penghitungan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB.

Dari data yang dihimpun, lonjakan signifikan terjadi pada akhir pekan. Puncak kunjungan tercatat pada Minggu (22/3/2026) dengan jumlah mencapai 56.975 orang dalam sehari.

Sementara itu, rincian kunjungan harian lainnya yakni Rabu (18/3) sebanyak 13.951 orang, Kamis (19/3) 9.364 orang, Jumat (20/3) 33.529 orang, dan Sabtu (21/3) sebanyak 23.903 orang.

Malioboro masih magnet

Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan bahwa Malioboro masih menjadi magnet utama wisatawan saat momen libur Lebaran.

Terpisah, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menyebut secara umum pelaksanaan libur Lebaran di Kota Yogyakarta berjalan sukses berdasarkan empat indikator utama.

“Yang pertama berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Sepanjang pemantauan kami, itu relatif bisa kita jaga,” ujarnya saat ditemui Tribun Jogja di Balaikota Yogyakarta, Senin (23/3/2026).

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas juga dinilai berjalan baik. Ia bahkan menyebut tidak terjadi kemacetan berarti di sejumlah titik masuk kota yang biasanya padat saat musim liburan.

“Yang biasanya masuk Jogja di Prambanan dan lain-lain sudah macet, ini relatif masih ramai lancar. Artinya tidak ada kemacetan yang berarti,” jelasnya.

Kenaikan harga

Dari sisi ekonomi, Pemkot juga memastikan pengendalian harga bahan pokok tetap terjaga selama periode Lebaran. Meski sempat terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, kondisi tersebut dinilai masih wajar.

“Pasokan masih terjaga, sembako bisa kita kendalikan dengan baik. Memang ada kenaikan seperti cabai, daging, telur, tapi itu wajar. Untuk beras dan lainnya relatif stabil,” katanya.

Sementara itu, pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri juga berjalan lancar meski terdapat dua momentum pelaksanaan.

“Alhamdulillah meskipun ada dua momentum salat Id, semuanya bisa kita laksanakan dengan baik,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.