Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sate kelinci menjadi salah satu kuliner yang patut dicoba saat berkunjung ke Tlogo Muncar Kaliurang, Sleman.
Terdapat beberapa warung yang menjual sate kelinci di area tersebut, salah satunya Warung Sate Kelinci Pak Go.
Warung tersebut masih eksis meski sudah buka sejak tahun 1931. Gogo (56) merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha tersebut sejak 1998.
Gogo mengatakan salah satu ciri khas yang ditawarkan di warungnya adalah sate yang dibakar langsung dan memajang daging kelinci.
Tak heran, banyak pengunjung Tlogo Muncar yang tertarik mampir karena aroma asap bakaran sate yang menggungah selera.
Selain itu, ia juga menghadirkan kelinci hidup di warungnya.
"Karena memang banyak pelanggan yang pernah beli sate kelinci itu kecewa. Sate kelinci dan sate ayam itu kan hampir mirip teksturnya," katanya, Senin (23/3/2026).
Ia menutup warungnya selama bulan puasa, dan buka kembali pada H-3 Idulfitri. Untuk mencukupi kebutuhan permintaan konsumen saat Lebaran, ia menyiapkan 37 kelinci per hari.
Namun, pada momen Idulfitri tahun ini ia merasakan sedikit penurunan penjualan.
"Tahun ini agak turun, mungkin karena ada bencana di mana-mana, cuaca tidak menentu ya," ujarnya.
Tidak hanya diminati wisatawan nusantara, sate kelinci buatannya juga menjadi kesukaan wisatawan mancanegara, seperti Australia dan Singapura.
"Luar negeri juga ada, sudah langganan, dari Australia, dari Singapura juga banyak," lanjutnya.
Salah satu penikmat sate kelinci, Belinda (27) mengaku sengaja datang ke Kaliurang hanya untuk menikmati sate kelinci Pak Go.
Warga Cilegon tersebut mengunjungi rumah neneknya di Klaten ketika Idulfitri, namun selalu menyempatkan diri ke Kaliurang untuk makan sate kelinci.
"Ke sini sama keluarga, cuma mau makan sate kelinci aja. Nggak ada tujuan wisata, setelah ini ya balik lagi ke Klaten, ke rumah nenek," terangnya.
Awalnya, ia hanya merasa penasaran saja, baru kemudian mencoba sate kelinci. Menurut dia, sate kelinci memiliki tekstur yang hampir mirip dengan ayam, namun sedikit lebih kenyal.
"Setelah coba ternyata rasanya enak sih, empuk juga. Sekarang jadi langganan, sudah lima kali ini ke sini, cuma mau makan sate kelinci," imbuhnya. (maw)