17 Orang Meninggal Selama Operasi Ketupat 2026, Pengendara Diimbau Hati-hati saat Arus Balik
Soewidia Henaldi March 23, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebanyak 251 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi selama  pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-11.

Data tersebut dihimpun hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan, ratusan kecelakaan tersebut mengakibatkan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

“Polri mencatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp 314 juta," kata Marupa dalam keterangannya, Senin.

Selain kecelakaan, Polri juga mencatat adanya pelanggaran lalu lintas selama periode tersebut.

Tercatat sebanyak 11 pelanggaran, terdiri dari 5 pelanggaran melalui sistem tilang elektronik (ETLE) dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.

Marupa mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di tengah tingginya mobilitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Marupa.

Sementara itu, berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan.

Angka tersebut meningkat 65,79 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Adapun kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Polri juga menyebut kondisi lalu lintas saat ini mulai melandai dan telah kembali normal dua arah setelah penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi situasi di lapangan.

Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta.

Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret serta 28-29 Maret 2026.

"Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Marupa.

Sebagai langkah antisipasi, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way akan diterapkan secara situasional, termasuk rencana one way nasional mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.

Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area secara bijak, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.