Terbongkar! Camilan Ceker Ayam Ini Diproses Pakai Cairan Pemutih
GH News March 23, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Pelanggaran terhadap keamanan pangan kembali terjadi di China. Kali ini sebuah pabrik ketahuan menggunakan bahan kimia berbahaya untuk membuat camilan ceker ayam.

Hiegenitas dan keamanan pangan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh para pelaku di industri kuliner. Jika tidak, bisa memicu paparan infeksi bakteri berbahaya pada makanan, seperti Salmonella atau E.Colli. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap produk makanan tersebut juga akan berkurang.

Menjaga hiegenitas dan keamanan pangan juga penting dilakukan untuk menghindari sanksi hukum atau penutupan usaha. Namun sayangnya masih banyak pelaku di industri kuliner yang tidak memerhatikan keamanan pangan atas produk-produk yang dijual.

Terbaru, sebuah pabrik di China ketahuan melakukan penyimpangan terhadap kebersihan dan keamanan produknya.

Dilansir dari scmp.com (22/3). dalam acara tahunan 'Consumers' Right Day Show broadcast' yang disiarkan oleh state media CCTV pada tanggal 15 Maret lalu, terungkap sebuah perusahaan makanan Mingyang di Chengdu memiliki masalah serius terhadap keamanan pangan.

Pabrik ceker di ChinaSebuah pabrik makanan di China ketahuan melakukan pelanggaran terhadap keamanan pangan. Foto: Scmp.com

Ditinjau dari laporan investigasi media tersebut, pabrik memiliki aroma tidak sedap. Terdapat sejumlah endapan limbah di lntainya. Peralatan produksinya juga tertutup oleh kotoran berminyak.

Pabrik ini diketahui mempoduksi camilan yang menggunakan ceker sebagai salah satu bahannya. Sayangnya dalam klip video terlihat ada tumpukan ceker atau kaki ayam tergeletak di lantai. Lantai atau tanahnya juga basah dan kotor. Ceker tersebut pun jatuh di sebelah peralatan pembersih.

Parahnya lagi, sebelum diproses, ceker tersebut dihilangkan terlebih dahulu warnanya dengan menggunakan cairan hidrogen peroksida atau semacam pemutih. Bahan kimia tersebut biasanya digunakan untuk disinfeksi, bukan untuk dicampur bersama makanan.

China sebenarnya sudah melarang penggunaan bahan kimia berbahaya dalam produksi makanan karena bisa merusak nilai gizinya. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan dengan kandungan bahan kimia juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Menurut laporan, pegawai di pabrik tersebut belum pernah makan ceker ayam yang mereka produksi dan menyarankan agar wartawan yang meliput tidak memakannya juga.

Usai skandal ini terungkap, Biro Pengawasan Pasar Provinsi Sichuan meluncurkan penyelidikan terhadap perusahaan makanan Mingyang. Mereka juga melakukan perbaikan menyeluruh terhadap keamanan pangan di sana.

Pabrik ceker di ChinaSaat ini sedang dilakukan investigasi terhadap insiden tersebut. Foto: Scmp.com

Pabrik ceker ini diperiksa usai sebelumnya, otoritas pasar di Xuancheng, menyelidiki praktek serupa di perusahaan makanan Nanjiang wilayah tersebut.

Perusahaan tersebut diketahui memanggang crispy rice atau guo ba dekat dengan sol sepatu dan sarung tangan kotor.

China memang marak dilanda kasus keracunan makanan akibat kebersihan dan kemanan pangan yang tidak terjaga.

Awal bulan ini sebuah pengadilan di Hangzhou, China Timur menjatuhkan hukuman penjara kepada pemilik restoran BBQ karena mengganti daging sapi dan kambing dengan daging bebek ke hidangan mereka. Sempat terjadi juga skandal di mana sebuah kantin sekolah menengah Chengfeng menggunakan daging busuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.