TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Bukan macet biasa, simpang empat Palimanan, di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon berubah menjadi 'lautan manusia dan kendaraan' jelang pemberlakuan sistem one way, Senin (23/3/2026) sore.
Ribuan kendaraan dari berbagai arah tampak saling bertemu, menciptakan antrean panjang yang nyaris tanpa celah.
Pantauan di jalur Pantura, tepatnya di simpang Palimanan sekitar pukul 16.30 WIB, menunjukkan kepadatan luar biasa.
Dari sudut pandang atas, antrean kendaraan terlihat mengular panjang, didominasi sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik.
Di tengah kepadatan itu, petugas kepolisian tampak sigap berdiri di persimpangan, mengatur arus lalu lintas dengan isyarat tangan dan bendera.
Mereka berupaya memecah kepadatan agar tidak terjadi penumpukan yang lebih parah.
Baca juga: Wisatawan Asal Puncak Rela Tembus Macet 7 Jam ke Palabuhanratu: Parungkuda-Cibadak Paling Parah
Pada sisi jalan lain yang sedikit lebih lengang, kendaraan tampak bergerak perlahan.
Sebuah bus besar melintas di tengah kerumunan pemudik yang membawa barang bawaan di sepeda motor.
Spanduk bertuliskan 'Niatkan Ibadah Jaga Kesehatan' di pinggir jalan semakin menegaskan suasana arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dari jarak dekat, wajah-wajah pengendara memperlihatkan kelelahan.
Meski demikian, mereka tetap fokus menatap jalan.
Tak sedikit pemotor yang berboncengan lebih dari dua orang, termasuk anak-anak, berusaha bertahan di tengah padatnya arus kendaraan.
Beragam jenis kendaraan pun bercampur dalam satu titik.
Mulai dari mobil pribadi, pikap yang dimodifikasi untuk mengangkut penumpang di bak belakang, hingga angkutan umum.
Bahkan, terlihat sebuah pikap tertutup terpal mengangkut sekelompok orang, menambah padatnya situasi di persimpangan.
Di sisi jalan, sejumlah warga tampak duduk santai di trotoar, menyaksikan arus lalu lintas yang tersendat.
Kendaraan hanya bisa bergerak merayap, sementara petugas terus berinteraksi dengan pengemudi untuk menjaga kelancaran di titik pertemuan arus.
Menjelang petang, kondisi lalu lintas perlahan mulai terurai.
Meski masih padat, kendaraan sudah bisa bergerak lebih lancar mengikuti arahan petugas.
Beberapa pengendara terlihat melakukan putar balik atau berbelok untuk mencari jalur alternatif.
Sementara itu, sejak siang hari, Satlantas Polresta Cirebon telah melakukan pembersihan jalur tol dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah sebagai persiapan pemberlakuan sistem satu arah (one way).
Hingga pukul 17.00 WIB, rekayasa lalu lintas tersebut resmi diberlakukan menuju Jakarta.
Sebelumnya, kepadatan juga terjadi di jalur arteri dari Cirebon menuju Kuningan.
Libur Lebaran yang identik dengan momen santai justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi para pengendara.
Pantauan sekitar pukul 10.45 WIB di Jalan Raya Jenderal Sudirman hingga kawasan Gronggong menunjukkan antrean panjang kendaraan.
Mobil, sepeda motor, hingga truk tampak mengular, dengan laju kendaraan yang tersendat bahkan nyaris berhenti.
Seorang warga setempat, Jery (44), mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan rutin setiap musim libur Lebaran.
“Ya kalau momen libur lebaran pasti macet begini. Ini mending, kemarin mah bahkan kendaraan dari tol sampai mengular panjang,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Kuningan menjadi magnet wisata yang menarik banyak pengunjung, baik dari Cirebon maupun luar daerah.
“Ini mereka kalau udah lebaran pasti lari ke Kuningan, karena objek wisata di sana banyak. Gak hanya warga Cirebon, pasti dari luar daerah juga banyak yang ke sini,” ucapnya.
Selain volume kendaraan yang tinggi, kondisi jalan menanjak di kawasan Gronggong turut memperlambat laju kendaraan.
Pengendara cenderung lebih berhati-hati sehingga antrean semakin panjang.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan, terutama di jalur menuju kawasan wisata.
“Untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang di gerbang tol maupun di ruas jalur arteri menuju objek wisata di wilayah Kuningan, kami bekerja sama dengan pengelola jalan tol dan tempat kuliner melakukan beberapa langkah antisipasi,” jelasnya.
Ia menyebutkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah penambahan gardu tol serta penempatan petugas di lapangan.
“Di antaranya penambahan gardu tol serta penyiagaan petugas untuk membantu kelancaran transaksi,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau para pemudik untuk memastikan kesiapan sebelum melakukan perjalanan.
“Kami menghimbau agar memastikan saldo kartu tol cukup, menjaga kondisi fisik dan kendaraan tetap prima. Jika lelah, silakan beristirahat di rest area dan jangan memaksakan diri,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan.
“Tetap utamakan keselamatan daripada kecepatan. Semoga selamat sampai tujuan,” ucapnya.
Dengan tingginya minat wisata selama libur Lebaran, jalur Cirebon menuju Kuningan diperkirakan masih akan dipadati kendaraan dalam beberapa hari ke depan.
Pengendara diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.