Jet F-35 AS Alami Serangan Pertama dari Iran, Jadi Bukti Kelemahan Klaim Dominasi Militer Washington
Tegar Melani March 23, 2026 07:11 PM

- Iran berhasil mencatat pukulan tempur pertama terhadap pesawat siluman F-35 Amerika Serikat sekaligus menantang anggapan selama ini bahwa pesawat generasi kelima itu tidak terkalahkan.

Kejadian ini menarik perhatian Rusia dan China, yang memantau situasi secara seksama untuk mempelajari taktik lapangan.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi AS telah menonaktifkan sepenuhnya angkatan udara dan sistem pertahanan udara Iran.

Sehingga negara itu dianggap “tanpa pertahanan udara apa pun.”

Ia juga menyebut melalui media sosial bahwa pertahanan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan Iran telah “dihapus dari peta” lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Namun, klaim tersebut terbukti berlebihan ketika F-35A Lightning II Angkatan Udara AS mengalami pendaratan darurat.

Di pangkalan rahasia di Asia Barat akibat terkena tembakan musuh dari Iran. 

Peristiwa ini menandai pertama kalinya F-35 menderita kerusakan tempur serius dalam sejarah operasionalnya (19/3/2026).

Insiden ini menunjukkan adanya kesenjangan antara narasi dominasi udara AS dan kenyataan di lapangan. 

Meski demikian, kejadian ini tidak mengakhiri kampanye udara AS atas Iran atau mengubah perkembangan teritorial yang ada.

Tetapi menjadi tes nyata terhadap asumsi bahwa musuh AS paling mampu akan menerima dominasi udara tanpa perlawanan 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.