Ijazah S2 dan S3 Rismon Disebut jadi Atensi Universitas Yamaguchi, Pelapor: Sudah Ada di Interpol
Anggraini Puspasari March 23, 2026 09:42 PM

- Kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat ahli digital forensik Rismon Sianipar semakin berkembang.

Pelapor, Taufik Bilhaki, mengklaim bukti dari Universitas Yamaguchi telah dilimpahkan ke Interpol, membuka peluang penyidik Polda Metro Jaya terbang ke Jepang.

Pemilik kanal YouTube Bang Bill Offside, Taufik Bilhaki, melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya pada 13 Februari 2026.

Ia menuduh Rismon menggunakan ijazah magister dan doktoral palsu dari Universitas Yamaguchi, Jepang.

Untuk memperkuat laporan, Bilhaki terbang ke Jepang bersama Josua Sinambela dan Ronny Teguh.

Mereka mendatangi Universitas Yamaguchi untuk memverifikasi ijazah yang diklaim Rismon.

Bilhaki mengatakan seluruh data dan bukti telah dilimpahkan pihak kampus ke Interpol.

“Semua data yang kita dapatkan baik ada yang kita dapatkan secara komunikasi. Lalu ada juga pemberkasan yang kita terima, walaupun itu tidak saklek karena mereka pastikan semua yang dibutuhkan sudah ada di Interpol,” ujarnya seperti SURYA.co.id kutip dari Tribunnews.com

Dengan perkembangan ini, ada potensi penyidik Polda Metro Jaya akan terbang ke Jepang. “Saya dapat informasi juga, ini berpotensi penyidik akan datang ke Yamaguchi, Jepang,” kata Bilhaki.

Namun, jika Rismon mengakui tidak pernah lulus dari Yamaguchi, penyidik tidak perlu ke Jepang.

“Aku sempat tanya juga ke kuasa hukum, misalnya yang bersangkutan ini si RHS mau mengakui tidak pernah lulus dan mengakui atas kesalahan itu, berpotensi pihak penyidik tidak lagi datang ke Yamaguchi,” tegasnya.

Temuan di Universitas Yamaguchi

Bilhaki mengungkapkan kasus ini menjadi perhatian khusus kampus Yamaguchi. “Informasi tentang ada seseorang yang diduga menggunakan gelar palsu atau gelar akademik yang ternyata itu tidak memenuhi syarat, ternyata tidak pernah lulus, itu sudah menjadi pembicaraan dan sudah menjadi atensi khusus dari pihak kampus,” ujarnya.

Ia menegaskan Universitas Yamaguchi tidak pernah menerbitkan ijazah atas nama Rismon.

Hal itu disampaikan staf akademik Tomomi Sumori melalui komunikasi email dengan Josua Sinambela.

“Permintaannya Bang Josua adalah apakah benar ini ijazahnya Saudara Rismon? Nah, ini dijawab oleh Ibu Tomomi dan memastikan bahwa tidak ada ijazah yang diterbitkan atas nama Rismon Hasiholan Sianipar,” jelas Bilhaki.

Selain itu, Bilhaki bersama tim juga memeriksa perpustakaan kampus. Mereka memastikan apakah Rismon pernah menulis tesis atau disertasi?

Menurut pihak perpustakaan, tidak ada catatan tesis maupun disertasi atas nama Rismon.

“Tesis dan disertasi yang 20 tahun punya itu sudah tidak dipajang di perpustakaan tapi berbentuk digital, dalam bentuk VCD. Sudah dicek, berdasarkan VCD judul itu tidak ada,” ungkapnya.

Pengecekan juga dilakukan di website CiNii, perpustakaan nasional Jepang, dan hasilnya sama: tidak ada catatan akademik atas nama Rismon.

(*)

# ijazah # rismon sianipar # Universitas Yamaguci # jepang # Taufik Bilhaki

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.